KUDUS - Jalan Pantura Kudus-Demak diberlakukan buka tutup arus lalu lintas sementara waktu.
Kondisi itu dilakukan karena masih ada proses penyedotan air di ruas Jalan Pantura Kudus-Demak di sekitaran Kecamatan Karanganyar, Demak.
Macet parah jalur pantura Kudus-Demak tiga kilometer. Itu terjadi sebelum pukul 12.00 WIB.
Setelah pukul 12.00 pantauan Jawa Pos Radar Kudus ini jalan itu lancar dengan sistem buka tutup.
Dari pantauan di lapangan, kendaraan seperti truk, bus, hingga sepeda motor melintas di sekitaran Tanggulangin.
Semetara petugas kepolisian berjaga di sekitar lokasi dan perempatan Kencing.
Petugas menutup dan mengalihkan arus lalu lintas.
Kondisi itu dilakukan agar tidak terjadi penumpukan arus lalu lintas di sekitar Tanggulangin. Atau pintu masuk Kabupaten Demak.
Sementara itu petugas buka tutup di sekitar Tanggulangin. Hal sama, ini agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.
Apabila terjadi penumpukan, kendaraan dari Kudus menuju Semarang dialihkan menuju Jepara.
KBO Satlantas Polres Kudus, Iptu Noor Alifi mengatakan pada Senin (19/2) pukul 09.00 merekayasa lalu lintas.
Hal itu mengingat adanya kegiatan penyedotan genangan air dengan pompa polder.
”Kami merekayasa lalu lintas, karena ada penyedotan air di jalur Karanganyar. Tidak bisa dilintasi sementara. Baik dari Kudus ke Demak maupun sebaliknya,” katanya.
Alifi menyarankan bagi kendaraan kecil dialihkan sementara waktu. Pasalnya kondisi air saat itu masih menggenangi jalan raya.
Untuk pengalihan arus lalu lintas, kendaraan disarankan bisa melintas ke beberapa jalur alternatif.
Yakni melintas menuju Semarang via Grobogan atau Jalan Kudus-Purwodadi.
”Serta bisa melintasi lewat Jepara. Kami telah bekerja sama dengan satuan Polres Demak, Jepara, dan Grobogan untuk pengalihan arus ini,” imbuhnya.
Sebelumnya akses Jalan Pantura Kudus- Demak ditutup pada Sabtu (17/2) lalu. Jalan mulai dibuka lagi pada Minggu (18/2) sekitar pukul 08.00. (gal)
Editor : Ali Mustofa