KUDUS – Korban yang dievakuasi dari titik banjir Demak ke Terminal Jati, Kudus, bertambah. Kondisi itu mengakibatkan tempat pengungsian overload.
Kondisi itu memaksa BPBD Kabupaten Kudus menata ulang posko pengungsian.
”Soale tanda satu wes umpek-umpekan. Saake.”
”Jadi ditata ulang, ke tenda-tenda bantuan dari Kemensos,” ujar Kasi Kesiapsiagaan BPBD Kudus Retno Tanjung Sari.
Berdasarkan data BPBD Kudus hingga kemarin terdapat 889 jiwa atau 300 KK pengungsi.
Mereka tersebar di lima posko utama. Di antaranya Terminal Kudus 196 jiwa, Balai Desa Jati Wetan 248 jiwa, Koramil Jati 39 jiwa.
DPRD Kudus 327 jiwa, dan Pesantren As Salwa Tanjungkarang 79 jiwa.
”Data itu yang hanya di posko-posko utama aja,” tandasnya.
Retno menyebut ada delapan tenda baru yang telah disediakan. Pembagiannya disesuaikan dengan jumlah keluarga tiap pengungsi.
”Kami mengutamakan satu KK tetap jadi satu, karena pengungsi tidak mau dipisah sama keluarga dan saudara,” imbuhnya.
Korban banjir juga tersebar di luar posko utama. Berdasarkan data dari Kecamatan Jati terdapat 3.555 jiwa di posko induk dan rumah-rumah warga.
Menurut Camat Jati Fiza Akbar, jumlah pengungsi terbanyak tersebar di rumah warga.
Sebab, tempat pengungsian utama di Balai Desa Jati Wetan tidak bisa menampung korban banjir.
Pengungsi di aula Balai Desa Jati Wetan menampung 250 jiwa. Di rumah warga sekitar 800 jiwa.
”Kepala desa membuka dapur umum di rumah pribadinya. Untuk bisa mencukupi kebutuhan pengungsi yang ada di rumah warga,” terangnya.
Proses evakuasi yang terus berlanjut, kata Fiza, membuat jumlah pengungsi terus bertambah.
Kondisi itu mengakibatkan pemerintah mengalihkan pengungsi susulan ke rumah-rumah warga.
”Pengungsian rumah-rumah warga itu seperti di Jepang Pakis, Loram Kulon, dan Ngembal tapi hanya beberapa jiwa saja,” paparnya.
Meskipun tidak berada di posko pengungsian utama, pihaknya memastikan bantuan logistik dan keperluan lainnya dapat tersalurkan ke pengungsi.
“Kami dari jajaran Kecamatan Jati dan pemerintah desa itu aktif-aktif di warga-warga sehingga yang kemarin belum terdata kita data by link by address, artinya bantuan yang kita salurkan sesuai dengan kebutuhan dan tepat sasaran,” pungkasnya. (wat/zen)
Editor : Ali Mustofa