DEMAK - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau tanggul jebol di Dukuh Norowito, Desa Ketanjung, Demak, kemarin.
Tanggul yang jebol telah ditangani. Akan tetapi alat berat di lokasi harus hati-hati, lantaran berlumpur. Diprediksi penutupan tanggul selesai tiga hari.
Menteri Basuki Hadimuljono tiba di Jembatan Tanggulangin sekitar pukul 11.30. Basuki langsung meninjau lokasi tanggul jebol.
Menuju ke lokasi itu, Basuki bersama rombongan naik perahu karet ke lokasi tanggul. Melintasi permukiman warga yang terkena banjir.
Basuki mengatakan, progress pengerjaan penutupan tanggul jebol ini baru 20 persen.
Dari 20 meter tanggul jebol baru tergarap sekitar lima meter.
”Mengatasi jebolan tanggul ini kami terjunkan lima alat berat. Dua hingga tiga hari akan tertutup,” katanya.
Terkait akses ke lokasi penambalan tanggul, Basuki mengungkapkan sedikit ada kesulitan. Lantaran tanggul berlumpur.
”Alat berat juga harus berhati-hati. Agar tidak terjatuh dari tanggul,” katanya.
Baca Juga: Pengungsi Banjir Demak di Kudus Mulai Keluhkan Pusing, Gatal, dan Pegal Linu
Pekerjaan penambalan tanggul yang jebol ini, pihak Kementerian PUPR akan mengerjakan secara maksimalkan.
Bahkan beberapa tenaga yang mengerjakan kencing draine di Kudus dialihkan sementara waktu guna membantu penambalan tanggul.
Terkait penyelesaian genangan banjir di Jalan Pantura Basuki menerjunkan 12 pompa air portabel di lokasi.
Rencananya pompa air tersebut akan ditambah lagi untuk menyedot genangan banjir di Jalan Pantura Kudus-Demak.
”12 jam pompa akan dimaksimalkan untuk menyedot air. Kapasitasnya per pompa lima meter kubik per detik,” katanya.
Baca Juga: Pengungsi Banjir Demak di Kudus Keluhkan Susu Formula Balita hingga Popok yang Kurang
Terkait, kapan genangan air surut, Basuki belum tahu kapan target banjir tersebut hilang.
PUPR saat ini masih berupaya menyedot genangan banjir untuk dibuang di Sungai Wulan.
Kondisi di lapangan, banjir masih menggenangi Jalan Pantura hingga kemarin.
Ketinggian air berkisar 1 hingga dua meter. Akses Jalan Pantura hingga sampai saat ini masih belum bisa dilalui kendaraan.
Saat ditanya normalisasi Sungai Wulan, dia menjawab akan dilaksanakan April mendatang.
Diketahui, Basuki pernah meninjau Sungai Wulan di Kabupaten Kudus awal tahun 2023 silam.
Saat itu Basuki berjanji akan melaksanakan normalisasi di Sungai Wulan dan menambah kapasitas pompa air di Tanggulangi, Desa Jati Wetan.
Saat ini pekerjaan normalisasi dan penambahan kapasitas pompa air telah berjalan.
Pekerjaan tersebut telah memasuki selesai lelang dan tender.
”Sungai Wulan sudah kami programkan, tahun lalu banjir sampai ke terminal. Normalisasi dilaksanakan menutup hingga muara,” katanya.
Pekerjaan itu berlangsung dari Bendung Wilalung hingga ke muara. Panjang pekerjaan normalisasi ini adalah 20 kilometer.
Menurut Basuki, pekerjaan normalisasi ini tak hanya satu tahun selesai. Pekerjaan normalisasi akan berjalan multiyears.
”Untuk anggaran dari APBN sebesar Rp 1,4 triliun,” ungkapnya.
Baca Juga: Jalur Demak-Kudus Lumpuh Total Terendam Banjir, Ini Solusi Pertamina Distribusikan BBM
Sementara itu, mengatasi banjir di Kabupaten Demak, untuk sementara waktu aliran Waduk Kedungombo ditutup.
Air dipastikan tidak mengalir ke Bendung Wilalung dan Sungai Wulan.
Dari pemberitaan sebelumnya, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana telah melaksanakan pekerjaan normalisasi Kencing draine.
Lokasinya berada di Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati.
BBWS telah menerjunkan alat berat seperti bego di lokasi.
Alat berat ini, akan mengeruk sedimentasi tanah yang berada di saluran tersebut.
Penanganan banjir lainnya telah diupayakan pemerintah pusat.
Peninggian jalan di sekitar Terminal Induk Jati Kudus dilakukan untuk mengantisipasi genangan air agar akses jalan tak terputus. (gal)
Editor : Ali Mustofa