Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sejumlah Pengungsi Korban Banjir Demak di Kudus Dihibur Sukarelawan untuk Atasi Kejenuhan

Galih Erlambang Wiradinata • Selasa, 13 Februari 2024 | 23:05 WIB
TETAP SENYUM: Untuk menjaga kebugaran para pengungsi senam kebugaran di depan tenda Terminal Induk Jati Kudus.
TETAP SENYUM: Untuk menjaga kebugaran para pengungsi senam kebugaran di depan tenda Terminal Induk Jati Kudus.

KUDUS - Sejumlah pengungsi korban banjir di Kabupaten Demak di posko pengungsian mulai bosan.

Mereka juga khawatir keberadaan harta benda yang ditinggalkan dicuri.

Sementara itu, jumlah pengungsi yang berada di Kabupaten Kudus terus meningkat.

Pada Minggu (11/2) jumlah pengungsi di Kecamatan Jati, Kudus ada 3133 jiwa. Kondisi ini kian bertambah pada Senin (12/2).

Pada pukul 15.10 WIB jumlah pengungsi bertambah sebanyak 3.274 jiwa.

Dari data tersebut, pengungsi ditampung di beberapa tempat. Antara lain, di rumah warga, balai Desa Jati

Wetan, dan lainnya. Total posko pengungsian ada sebanyak 19 titik.

Salah satu pengungsi Yuni, 38 warga Desa Karanganyar, Demak, mengaku merindukan tidur di dalam rumahnya.

Namun kondisi saat ini air masih menggenangi rumahnya.

Ya ini sudah bosan, pingin pulang. Maklum kondisi pengungsian seperti ini (tidak senyaman rumah, Red),” katanya.

Baca Juga: Stok Air Bersih hingga Pakaian untuk Pengungsi Korban Banjir dari Demak yang Mengungsi di Kudus Kian Menipis

Meski demikian, kebutuhan logistik kata Yuni telah terpenuhi hingga sampai dengan saat ini. Baik dari makanan, obat-obatan, dan lainnya.

”Alhamdulillah untuk makan terpenuhi semua, ga ada kekurangan sama sekali,” ungkapnya.

Yuni mengaku dievakuasi sejak Kamis malam lalu.

Ia bertahan di posko pengungsian sudah empat hari. Ketinggian air di rumahnya sampai dengan dua meter.

Saat banjir tiba, ia dan keluarganya bertahan di lantai dua rumahnya. Yuni masih syok hingga sampai saat ini.

Hal serupa dialami Sariyono. Ia mengaku merindukan suasana rumahnya. Sudah jenuh di pengungsian.

Baca Juga: Banjir Karanganyar Demak Tak Kunjung Surut, Pengungsi di Kudus Terus Bertambah, Total Ada 2.804 orang

Lantaran kondisinya panas dan kurang nyaman. Akan tetapi ia memaklumi.

”Di sini kebutuhan cukup terpenuhi, dari makanan hingga obat-obatan. Juga pakaian layak pakai,” imbuhnya.

Kasubag Perencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Norman Rifki Dinanto mengaku, menyiapkan beberapa kegiatan atau hiburan di posko pengungsian.

Tujuannya untuk mengusir rasa jenuh para pengungsi.

Baca Juga: Pengungsi Banjir Demak di Kudus Keluhkan Susu Formula Balita hingga Popok yang Kurang

Beberapa kegiatan telah diselenggarakan para relawan. Antara lain, senam pagi dan ada juga pertunjukan Reog Ponorogo.

”Nanti juga akan ada live musik di posko. Agar pengungsi tidak bosan,” katanya.

Pihaknya memastikan, kebutuhan logistik berupa makanan saat ini masih terbilang melimpah.

Hanya saja untuk kebutuhan yang mendesak saat ini adalah, minyak kayu putih, sarung, hingga celana dalam wanita. (gal)

Editor : Ali Mustofa
#pengungsian #relawan #pengungsi #Kudus #BPBD