KUDUS - Sejumlah pengungsi korban banjir di Kabupaten Demak di posko pengungsian mulai bosan.
Mereka juga khawatir keberadaan harta benda yang ditinggalkan dicuri.
Sementara itu, jumlah pengungsi yang berada di Kabupaten Kudus terus meningkat.
Pada Minggu (11/2) jumlah pengungsi di Kecamatan Jati, Kudus ada 3133 jiwa. Kondisi ini kian bertambah pada Senin (12/2).
Pada pukul 15.10 WIB jumlah pengungsi bertambah sebanyak 3.274 jiwa.
Dari data tersebut, pengungsi ditampung di beberapa tempat. Antara lain, di rumah warga, balai Desa Jati
Wetan, dan lainnya. Total posko pengungsian ada sebanyak 19 titik.
Salah satu pengungsi Yuni, 38 warga Desa Karanganyar, Demak, mengaku merindukan tidur di dalam rumahnya.
Namun kondisi saat ini air masih menggenangi rumahnya.
”Ya ini sudah bosan, pingin pulang. Maklum kondisi pengungsian seperti ini (tidak senyaman rumah, Red),” katanya.
Meski demikian, kebutuhan logistik kata Yuni telah terpenuhi hingga sampai dengan saat ini. Baik dari makanan, obat-obatan, dan lainnya.
”Alhamdulillah untuk makan terpenuhi semua, ga ada kekurangan sama sekali,” ungkapnya.
Yuni mengaku dievakuasi sejak Kamis malam lalu.
Ia bertahan di posko pengungsian sudah empat hari. Ketinggian air di rumahnya sampai dengan dua meter.
Saat banjir tiba, ia dan keluarganya bertahan di lantai dua rumahnya. Yuni masih syok hingga sampai saat ini.
Hal serupa dialami Sariyono. Ia mengaku merindukan suasana rumahnya. Sudah jenuh di pengungsian.
Lantaran kondisinya panas dan kurang nyaman. Akan tetapi ia memaklumi.
”Di sini kebutuhan cukup terpenuhi, dari makanan hingga obat-obatan. Juga pakaian layak pakai,” imbuhnya.
Kasubag Perencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Norman Rifki Dinanto mengaku, menyiapkan beberapa kegiatan atau hiburan di posko pengungsian.
Tujuannya untuk mengusir rasa jenuh para pengungsi.
Baca Juga: Pengungsi Banjir Demak di Kudus Keluhkan Susu Formula Balita hingga Popok yang Kurang
Beberapa kegiatan telah diselenggarakan para relawan. Antara lain, senam pagi dan ada juga pertunjukan Reog Ponorogo.
”Nanti juga akan ada live musik di posko. Agar pengungsi tidak bosan,” katanya.
Pihaknya memastikan, kebutuhan logistik berupa makanan saat ini masih terbilang melimpah.
Hanya saja untuk kebutuhan yang mendesak saat ini adalah, minyak kayu putih, sarung, hingga celana dalam wanita. (gal)
Editor : Ali Mustofa