KUDUS - Banjir di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak kian meninggi. Warga yang terdampak banjir diungsikan sementara di Kabupaten Kudus.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus membuka posko di tiga titik.
Posko dibuka di Terminal Induk Jati, Jembatan Tanggulangin, dan Balai Desa Jati Wetan.
Di samping itu, disiagakan pula dapur umum di posko pengungsian.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kudus Sri Wahyuni mengatakan, pembukaan posko di Terminal Induk Jati dilakukan pada Kamis (8/2) sore.
Sedangkan pengungsi mulai tiba di posko pengungsian pada Jumat (9/2) dini hari.
Lokasi posko pengungsian di Terminal Induk Jati, pada Jumat pagi tercatat 272 warga Kecamatan Karanganyar, Demak berada di pengungsian.
Sementara jumlah pengungsi di Balai Desa Jati Wetan tercatat ada sebanyak 189 orang sejak Jumat pagi.
”Sudah 272 orang sampai saat ini. Kebutuhan sementara yang diperlukan makan siang, sarapan seadanya sudah,” katanya.
Yuni menambahkan, saat ini jalan Demak dari Kudus terputus. Ketinggian air telah mencapai 1,5 meter hingga 2,5 meter.
Dipastikan Jalan Pantura tersebut tidak bisa dilalui. ”Air yang tinggi berada di depan Pasar Karanganyar,” ungkapnya.
Di samping itu, kondisi pengungsi mulai terserang gatal-gatal. BPBD Kudus juga tengah menyiapkan kebutuhan air bersih di pengungsian.
Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus juga membuka posko kesehatan di Terminal Induk Jati. Termasuk menyiapkan tenaga kesehatan.
Kepala DKK Kudus dr Andini Aridewi mengatakan, tenaga kesehatan melibatkan dari puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Kudus.
”Jika ada pengungsi yang dirujuk rumah sakit sudah siap menerima. Logistik seperti obat-obatan juga telah disiapkan,” katanya.
Pihak DKK telah merujuk lansia berusia 90 tahun untuk rawat jalan.
Lansia asal Desa Karanganyar itu, dipulangkan di rumah anaknya di Kudus. Sebab, kondisi pengungsian tidak mumpuni.
Salah satu warga Desa Karanganyar Kiswoto harus dievakusi relawan menggunakan perahu karet. Air menggenangi rumahnya hampir dua meter atau setinggi genting.
”Sebelum dievakuasi pada Kamis pukul 10.00, saya bertahan di lantai II. Banjir sudah empat kali terjadi dan yang paling parah ini,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Demak, Wahyu mengatakan, pihaknya berterima kasih atas bantuan yang diberikan seluruh relawan yang turun ke Demak.
”Matur suwun atas bantuannya, karena ini sangat membantu kami untuk menyelamatkan diri," ungkapnya. (gal)
Editor : Ali Mustofa