KUDUS – Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) 2023 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus melebihi target.
Tak tanggung-tanggung, realisasi PAD itu, mencapai 124 persen atau Rp 3,65 miliar dari target Rp 2,94 miliar yang dibebankan.
Kepala Disbudpar Kudus Mutrikah mengatakan, PAD yang melebihi target ini berkat berbagai upaya dan strategi khusus yang dilakukan.
Di antaranya, dengan menggelar kegiatan yang melibatkan potensi wisata.
”Kami sangat bersemangat untuk meraih target PAD. Alhamdulillah, PAD 2023 bisa melibihi target. Tahun ini, target PAD Rp 4 miliar,” katanya.
Ia menjelaskan, berbagai strategi yang sudah disusun untuk menarik wisatawan agar berkunjung ke Kudus, di antaranya, peningkatan sumber daya manusia (SDM).
Melalui bekal pengetahuan pelayanan untuk wisatawan secara berjenjang.
Kemudian, upaya mengeksplore potensi lokal, seperti kopi hingga jeruk pamelo di Lereng Gunung Muria.
”Kami juga gencar melakukan promosi lewat media-media sosial atau promosi langsung lewat keikutsertaan dalam pameran. Juga membuat event kepariwisataan berkolaborasi dengan stakeholder," ucapnya.
"Di antaranya Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D), ekonomi kreatif dan informasi wisata, Forum Komunikasi Desa Wisata FK Deswita, serta dunia usaha. Nah, ini tujuannya untuk menggaet wisatawan,” lanjutnya.
Dia berharap, dengan semakin banyak dan seringnya wisawatan di Kudus, bukan hanya bisa menambah PAD pariwisata, tapi juga menghasilkan multiplayer effect.
Muaranya peningkatan ekonomi, khusunya bagi masyarakat pelaku usaha di sekitar destinasi wisata.
Mutrikah mengaku, tahun ini juga akan ada evaluasi desa rintisan wisata yang masih aktif dan stagnan.
Kemudian, masih ada pekerjaan rumah (PR) berupa kebutuhan tour guide lokal.
”Pelatihan tour guide sudah dilakukan. Tinggal pelaksanaan dan memilih yang berkompeten,” imbuhnya. (san/lin)
Editor : Ali Mustofa