Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Selama Setahun, Dinas Kesehatan Catat Kasus DBD di Kudus Capai Angka 377 

Indah Susanti • Sabtu, 6 Januari 2024 | 17:39 WIB
Photo
Photo

KUDUS – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mencatat, kasus demam berdarah dengue (DBD) selama 2023 lalu ada 377 kasus.

Jumlah tersebut berdasarkan temuan di setiap puskesmas yang ada di Kudus.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Darsono menyampaikan, dari 19 puskesmas, dicatat kasus DBD paling banyak ditemukan pada Januari tahun lalu.

Ada 67 temuan kasus. Sedangkan pada September kasusnya paling rendah hanya. Hanya 13 kasus.

Selain itu, selama 2023 ada dua pasien penyakit DBD yang meninggal dunia.

”Pasien DBD yang meninggal dunia ini, dirawat di Puskesmas Bae dan Puskesmas Sidorekso,” jelasnya.

Diketahui, DBD merupakan penyakit menular yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti. Gejala awal penyakit ini, biasanya demam, ruam, serta nyeri otot dan sendi.

Darsono mengaku, untuk awal 2024 ini kasus DBD masih tergolong landai.

Meski demikian, pihaknya tetap waspda.

”Ya ini seharusnya masuk musim hujan. Namun, kondisi cuaca masih banyak panasnya. Kondisi cuaca yang tak menentu ini, bisa jadi nyamuk proses bertelur dan berkembangbiak semakin banyak. Jadi, pertengahan bulan ini tetap waspada,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, untuk kasus DBD tidak terlalu banyak. Sebab, nyamuk tidak bisa berkembang biak.

Genangan air minim dan saluran-saluran air juga kering. Dengan begitu, nyamuk tidak bisa bertelur dan menetaskan jentik-jentik.

Pihaknya sudah mulai mengimbau untuk membersihkan lingkungan sekitar rumah.

Selain itu, masyarakat agar menjalankan konsep hidup bersih dan sehat serta melakukan 3M+ (menguras tempat penampungan air, menutup tampungan air, mengubur barang bekas).

Plusnya menggunakan serbuk abate. ”Abate ini gratis. Tinggal minta ke puskesmas. Manfaatnya dapat membunuh jentik-jentik nyamuk selama tiga bulan,” imbuhnya. (san/lin)

Editor : Ali Mustofa
#kesehatan #meninggal dunia #dbd #nyamuk #puskesmas #Kudus