KUDUS - Kondisi jalan bergelombang di Jalan Sunan Kudus memicu pengguna jalan terjatuh di sekitar lokasi.
Akibat hal tersebut, warga mengeluhkan kondisi jalan bergelombang tersebut.
Dari pantauan di lapangan, ruas Jalan Sunan Kudus yang berada di barat Sungai Gelis tersebut bergelombang.
Jalan tersebut dipasang tiga water barrier. Hal itu untuk menandai kondisi jalan yang bergelombang.
Diketahui, jalan itu sempat diaspal sebagian. Lantaran usai perbaikan drainase di Jalan Sunan Kudus pada November silam.
Perbaikan drainase tersebut dianggarkan sebesar Rp 2,6 miliar.
Salah satu pengguna jalan Yuli, 30 warga Desa Singocandi mengeluhkan kondisi jalan bergelombang tersebut. Ia sering lewat jalan tersebut saat hendak belanja.
Ia mengungkapkan, harus berhati-hati saat melintas jalan tersebut. Dirinya khawatir apabila terjatuh di lokasi tersebut.
”Jalan bergelombang, takut jatuh. Semoga cepat diperbaiki,” harapnya.
Sementara itu, saksi mata di sekitar lokasi Suntari mengaku, sudah ada dua orang penggendaara motor yang jatuh di sana.
Korban pertama mengalami luka pada bagian wajah. Hal ini disebabkan kondisi jalan yang bergelombang.
”Jalan ga rata, kaget warga yang belum pernah lewat di sini (Jalan Sunan Kudus, Red),” katanya.
Dia mengungkapkan, sebelum ada pekerjaan drainase tersebut jalan tersebut tidak bergelombang. Bahkan minim terjadi kecelakaan di sekitar lokasi.
”Kalau dulu sebelum diperbaiki gorong-gorongnya jalan sering tergenang ketika hujan, surutnya lama. Sekarang kalau hujan surutnya lebih cepat,” katanya.
Terpisah, Pelaksana Proyek Supriyana mengaku aspal di jalan tersebut masih belum kering lantas dilewati oleh pengendara.
Berbarengan dengan itu sedang ada pengaspalan jalan di Jalan Mayor Basuno.
Untuk menghindari terjadinya kepadatan lalu lintas di dalam kota, perbaikan di Jalan Sunan Kudus setelah selesai langsung dibuka dan dilewati oleh pengendara.
"Ada pengaspalan Jalan Mayor Basuno, di situ (Jalan Sunan Kudus, Red) suruh buka karena lalu lintas padat tidak boleh ditutup semua. Sehingga selesai jam 4 langsung buka aspal belum mengeras masih panas dibuat lewat sehingga terjadi penurunan," katanya.
Untuk memperbaiki jalan bergelombang, pihaknya sudah komunikasi dengan pihak pengaspal.
Hanya saja memang belum kembali diperbaiki karena libur Natal dan tahun baru. Rencana pengaspalan akan dilakukan dalam waktu dekat.
"ini mau koordinasi tak tagih saya minta segera diaspal karena dampak turun. bak kontrol (gorong-gorong, Red) kelihatan mumbul," katanya.
Pekerjaan gorong-gorong itu saat ini masih menjadi tanggung jawab pelaksana.
Pihak pelaksana akan mengawasi dan mengontrol proyek tersebut selama enam bulan. (gal)
Editor : Ali Mustofa