Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Usung Tema 'Grow Together Happy Together', Refleksi Karyawan Jawa Pos Radar Kudus di Tawangmangu Karanganyar Berlangsung Seru dan Gayeng

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Kamis, 21 Desember 2023 | 22:10 WIB

 

KELUARGA BESAR: Direktur Radar Kudus Baehaqi bersama karyawan Radar Kudus foto bersama di depan The Lawu Park Senin (18/12).
KELUARGA BESAR: Direktur Radar Kudus Baehaqi bersama karyawan Radar Kudus foto bersama di depan The Lawu Park Senin (18/12).

KARANGANYAR - Refleksi akhir tahun Jawa Pos Radar Kudus Senin-Selasa (18-19/12) berlangsung seru dan gayeng. Sesuai tema yang diusung, Grow Together Happy Together.

Para karyawan antusias dan bergembira menikmati pesona The Lawu Park, Tawangmangu, Karanganyar, hingga Masjid Raya Sheikh Zayed, Solo.

Begitu sampai di Tawangmangu, rombongan bus Radar Kudus langsung menuju ke wisata The Lawu Park. Destinasi identik dengan pepohonan pinus yang menjulang.

Di sana sudah tersedia berbagai wahana menarik. Seperti flying fox, area snow world, hingga adventure menggunakan Jeep.

Beberapa karyawan tampak ceria menjajal berbagai permainan. Ada juga yang nyantai menyeruput kopi di kedai kopi dalam area wisata itu.

Tingkah-tingkah kocak juga ditampilkan. Seperti ketika Dhuha, layouter Radar Kudus menjajal perosotan anak-anak.

Dua belas awak redaksi dan layout menjajal adventure Jeep. Ada tiga rombongan. Satu Jeepnya diisi lima penumpang. Termasuk supir. 

Rombongan menyusuri jalanan yang menanjak menuju arena off-road di hutan Tirto Gumarang, Kabupaten Magetan. Perjalanan memerlukan waktu sekitar 30 menit dari The Lawu Park.

Naik Jeep wisata itu merupakan salah satu fasilitas yang diminati para pengunjung di The Lawu Park.

Untuk menikmati sensasi naik Jeep bak terbuka ini para pengunjung dikenakan tarif bervariasi, mulai dari Rp 250 ribu per unit hingga Rp 325 ribu.

Tergantung rute yang dipilih. Tim pilih paket Rp 325 ribu. Rute The Lawu Park ke hutan Tirto Gumarang.

Satu unit Jeep bisa dinaiki empat orang. Wisatawan yang naik Jeep wisata ini diajak menikmati suasana khas kaki Gunung Lawu, sembari memacu adrenalin.

Sopir Jeep memberikan pilihan, mau ke rute sakura hills atau hutan Tirto Gumarang.

Sopir Jeep itu merekomendasikan ke hutan Tirto Gumarang, katanya jalurnya lebih ekstrim.

Di jalur itu rutenya juga lebih jauh. Karena akan melewati perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur yaitu Cemoro Sewu.

Yang paling ditunggu adalah saat mobil Jeep memasuki arena off-road berupa jalan berbatu di dalam hutan yang masih rimbun tersebut.

Jalanan tersebut sangat terjal. Namun sopir-sopir Jeep itu malah sesekali ngegas, membuat para penumpangnya berteriak.

M Nur Syahri Muharom salah seorang penumpang Jeep wisata itu tidak berhenti berteriak sepanjang jalan. Ketika kondisi stabil dia sesekali memotret.

Wartawan Jawa Pos Radar Kudus yang bertugas di Biro Jepara terlihat menikmati perjalanan tersebut. Sesekali Syahri berteriak minta tolong sambil ketawa-ketawa.

"Aduh perut rasanya terguncang. Dikocok-kocok sepanjang jalan," paparnya.

Syahri mengaku salah satu yang menarik saat berkunjung ke kaki Gunung Lawu ini adalah merasakan sensasi naik Jeep tersebut.

"Dulu waktu kuliah sering ke sini, tapi ya cuma lewat saja. Gak pernah main-main seperti ini," kata alumni UIN Surakarta ini.

Waktu menunjukkan pukul 15.30, setelah berhenti di dalam hutan Tirto Gumarang untuk berfoto dengan nuansa hutan yang masih asri, Jeep langsung tancap gas ke spot terakhir yaitu di kebun strawberry.

Seluruh penumpang langsung turun dan berhamburan ke kebun tersebut, sayang buah strawberry tinggal sedikit.

Dan hanya bisa menikmati sisa-sisa buah berwarna merah merona tersebut.

Puas dari The Lawu Park, rombongan bergeser ke Jawa Dwipa. Selain dijadikan tempat merebahkan badan, di sana juga diramaikan dengan color party.

Karyawan-karyawati berdandan cetar dengan kostum warna-warni.

Setelan itu senada dengan tema refleksi akhir tahun kali ini yang mengusung tajuk Grow Together Happy Together.

Acara malam itu juga tak kalah menggembirakan. Ada game asah, bernyanyi, dan berjoget bersama diiringi nyanyian Dwi Yan.

Penyanyi berusia 21 tahun yang sudah merilis single Jauh Disana dan Suwun itu.

Tak kalah asyik, 10 karyawan dengan kostum terbaik memeragakan busana mereka bak model.

Mereka tak hanya berpakaian warna-warni, namun juga kreatif dengan pernak-pernik unik. Seperti topeng, topi hingga rumbai-rumbai.

Di pertengahan acara, wartawan baru Arif Fakhrian Khalim dan AchmadUlil Albab, peraih penghargaan penulisan feature Jawa Pos Grup tahun kemarin, ikut memberikan pesan dan kesan.

Refleksi tahun ini merupakan pengalaman perdana bagi Arif, wartawan yang ditugaskan di Blora. Dia baru saja bergabung enam bulan di perusahaan ini.

"Saya berterima kasih sudah diterima di keluarga yang istimewa, Jawa Pos Radar Kudus," kata pria 22 tahun asal Lamongan itu.

Ia merasa mendapatkan bimbingan baik dari Direktur maupun para awak redaksi. Sehingga dia merasakan bisa grow together.

Berbeda dengan Ulil, wartawan Pati yang lebih senior dibandingkan Arif. Ia sudah sekitar enam tahun menjadi bagian dari Radar Kudus.

Pria asal Jepara itu juga merasakan bimbingan dari awak-awak redaksi.

"Sering memberikan treatment untuk membuat karya Jurnalistik yang berkualitas," katanya.

Dia merasa, pelajaran-pelajaran pengembangan kapasitas secara berkala diberikan melalui berbagai pelatihan yang sudah dilaksanakan.

Ulil berterima kasih atas bimbingan para redaktur yang berhasil melahirkan karya jurnalistik.

Produk dari tangan ulil itu lah yang beberapa kali meroket menjadi nominasi maupun juara lomba di tingkat Jawa Pos Grup.

"Untuk tumbuh bersama dan bahagia bersama melalui karya jurnalistik tetap terjaga," katanya.

Gayengnya refleksi akhir tahun tak berhenti di malam itu. Esok harinya (19/12), masih disambung dengan fun game di kolam renang Jawa Dwipa.

Ada berbagai permainan asyik yang mengasah kekompakan karyawan. Serti membawa gelas berisi bola. Cara mainnya begini. Ada enam tim. Masing-masing diisi 5-6 orang.

Setiap kelompok diberikan potongan banner berbentuk persegi. Setiap orang dari tim harus memegangi ujung potongan banner tersebut sehingga kuat bak meja.

Lalu, di atasnya ditaruh gelas berisi air dan bola. Setiap kelompok harus balapan berjalan di kolam renang. Yang lebih duluan sampai finish tanpa menumpahkan air di gelas, dialah pemenangnya.

Direktur Radar Kudus Baehaqi, jajaran manajer, hingga karyawan antusias menikmati permainan itu.

Rampung bersenang-senang di Tawangmangu, rombongan pun turun menuju Surakarta untuk mengunjungi Masjid Raya Sheikh Zayed.

Sebelum balik ke Kudus, para karyawan melaksanakan salat Zuhur di sana dan berkeliling di kompleks masjid besar yang dibangun di atas tanah sekitar 8.000 meter persegi itu. (vah/aua/zen)

 

Editor : Ali Mustofa
#tawangmangu #the lawu park #Radar Kudus #refleksi akhir tahun