KUDUS – Siang itu, satu persatu warga memasuki kantor Balai Desa Mijen, Kaliwungu, Kudus. Beberapa warga tampak sibuk mengurus administrasi. Bila biasanya, warga harus membawa banyak berkas, kali ini berbeda.
Warga cukup memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) ke sebuah mesin mirip ATM untuk mengurus surat menyurat, seperti surat izin usaha, surat pengantar, hingga surat keterangan tidak mampu. Benar-benar praktis dan cepat.
“Namanya anjungan pelayanan mandiri,” kata Kades Mijen Singgih Wahyu Sujatmiko, 43.
Singgih mengatakan, anjungan ini berbeda dengan anjungan untuk keperluan administrasi kependudukan (adminduk).
Sebab anjungan adminduk masuk ke ranah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus.
“Kalau mengurus KTP hingga KK nanti bisa lewat kecamatan. Kalau anjungan ini khusus untuk surat menyurat,” terangnya.
Singgih mengatakan, anjungan pelayanan mandiri itu menjadi salah satu langkah Desa Mijen menjadi smart village berbasis digital.
Harapannya pelayanan publik semakin cepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.“Bila ada yang cepat, kenapa pilih yang lambat,” papar Singgih.
Selain anjungan mandiri, Desa Mijen juga memiliki program internet desa. Program ini pun sudah berjalan.
“Internet desa ini dikelola BUMDes Sapto Karyo Manunggal, Mijen. Programnya lancar. Banyak warga yang terlibat,” terang Singgih.
Tak hanya itu, Desa Mijen juga membuat sebuah aplikasi. Aplikasi ini dapat digunakan untuk mengetahui tumbuh kembang anak.
Aplikasi dapat diunduh melalui Playstore dan dapat digunakan secara gratis.
Dengan aplikasi ini, para ibu bisa memantau perkembangan anaknya agar tidak mengalami gizi buruk hingga stunting. “Aplikasi ini akan segera diresmikan bulan ini,” paparnya.
Program-program tersebut, kata Singgih, tak lepas dari keterlibatan Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui program Desa BRILian untuk mempercepat pembangunan ekonomi desa dan memberdayakan masyarakat desa.
Singgih mengatakan, pada 2022, Desa Mijen terpilih sebagai Desa BRILian.
Saat itu Desa Mijen menjadi juara harapan II dalam penghargaan Nugraha Karya Desa BRILian 2022 se-Indonesia.
“Kebetulan kami menjadi juara V tingkat nasional. Kami terpilih menjadi perwakilan dari Jawa Tengah,” terangnya.
Ini berawal ketika BRI memberi pinjaman kepada warga, khususnya UMKM yang dibantu lewat desa.
Melalui BUMDes Karyo Sapto Manunggal jalinan kemitraan dengan BRI berjalan lancar.
Dari kerja sama itulah, kepala unit BRI Kaliwungu menawari Desa Mijen untuk mengikuti program Desa BRILian.
Singgih menjelaskan, Desa BRILian merupakan program pemberdayaan desa di seluruh Indonesia oleh BRI yang output-nya mewujudkan ketahanan ekonomi desa dengan empat kriteria. Yakni BUMDes aktif, keberlanjutan, digitalisasi, dan inovasi.
Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi desa berbasis Sustainable Development Goals (SDG’s).
Direktur BUMDes Sapto Karyo Manunggal, Harris Santoso mengatakan BUMDes memiliki lima unit usaha, mulai dari pengelolaan sampah, pengelolaan parkir, pengelolaan pasar desa, pengelolaan air bersih, dan internet masuk desa. Operasional unit usaha tersebut menggunakan produk dari BRI.
Desa Mijen juga mengembangkdan kluster unggulan seperti roti, karung, hingga biji alpukat.
Pengembangan ini tentu saja membutuhkan modal agar usaha berjalan lancar. Modal ini didapat dari kredit usaha rakyat (KUR) BRI.
Selain dibantu permodalan, ada juga Agen BRILink yang membantu transaksi penggunaan QRIS BRI, salah satunya untuk jasa parkir.
Selain itu juga ada sistem keuangan melalui pasar.id yang juga hasil kerja sama dengan BRI. Untuk aplikasinya dari BRI juga.
Setelah menjadi juara Desa BRILian, Harris mengaku, Desa Mijen mendapat hadiah Rp 30 juta yang diberikan dalam bentuk barang atau sarana dan prasarana.Oleh BUMDes, hadiah itu dimanfaatkan untuk program internet masuk desa.
“Jadi warga bisa menikmati internet dengan harga murah. Sekarang sudah ada 100 klien,” terangnya.
Selain bantuan itu, BRI juga memberi banyak hal kepada desa.
Mulai dari pelatihan bagi UMKM, pelatihan kluster UMKM, pendampingan, dan sertifikasi UMKM, hingga bimbingan akademiki dan pebisnis untuk memajukan UMKM. “Semuanya dari BRI,” terangnya.
Tak hanya itu, karena keterlibatan menjadi Desa BRILian, Desa Mijen akan mendapatkan reward berupa dana sebanyak Rp 1 miliar dari BRI.
Dana ini diberikan untuk mengembangkan sarana prasarana desa dan UMKM.
“Kami akan terus berjuang bersama untuk membesarkan desa dan BUMDes. Bersama BRI, desa akan semakin maju. Selain itu unit usaha yang kami kelola terus berkembang yang ditunjukkan lewat kenaikanPADes. Kami juga berharap UMKM juga terus berkembang dan bertambah,” harapnya penuh semangat. (Noor Syafaatul Udhma/lid)
Editor : Kholid Hazmi