KUDUS – Disabilitas Festival kali pertama digelar di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.
Tujuannya menunjukkan talenta anak berkebutuhan khusus (ABK) yang tak kalah dengan anak-anak normal lainnya.
Mereka diberi ruang pentas di atas panggung. Diikuti penyandang difabel dari disabilitas mental, intelektual, dan disabilitas fisik.
Penampilan mereka memukau PJ Bupati Kudus Bergas Catursasi Penanggungan yang hadir untuk membuka acara tersebut.
Kegiatan Disabilitas Festival itu dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Sedunia.
Penampilan yang mereka bawakan yakni bermain musik, menyanyi, menari, bahkan sampai penampilan fashion show.
Ketua Panitia Disabilitas Festival Heni Mustikaningati menjelaskan anak-anak berkebutuhan khusus yang tampil diharapkan bisa memiliki rasa percaya diri yang kuat.
”Ini kali pertama mereka tampil di outdoor, biasanya hanya di lingkungan (komunitas, Red) sendiri.”
”Kami coba lakukan di ruang terbuka dan disaksikan banyak orang, ternyata mereka tidak malu, justru antusiasnya bagus dengan sungguh-sungguh menampilkan yang terbaik,” jelasnya.
Mereka yang mengisi acara tidak hanya dari Kudus, melainkan juga dari luar daerah.
ABK, lanjutnya, dari SLB Negeri Cendono, Dawe, Kudus; SLB Negeri Kaliwungu, SLB Negeri Purwosari, dan Yayasan Darul Fathonah khusus untuk ABK.
Kemudian, dari Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK), ada juga dari Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), dan lainnya.
PJ Bupati Kudus Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan teman-teman difabel juga memiliki skill layaknya orang normal lainnya.
Contohnya, mereka melibatkan diri dalam urusan bersih-bersih sungai.
Meski dengan keterbatasannya mereka berusaha ikut membantu para relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus.
”Itu benar adanya, karena saya melihat langsung dan berinteraksi dengan teman-teman difabel. Kemudian, bagi anak-anak berkebutuhan khusus itu ada yang berprestasi, dengan bakat yang dimiliki dan gurunya jeli untuk mengasahnya. Ini patut diapresiasi,” ujarnya. (san/zen)
Editor : Ali Mustofa