KUDUS - SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus sekarang ini telah menginjak usia yang ke-13 tahun. SD satu ini berdiri dari TK, kemudian terus tumbuh dan berkembang hingga hadir Kelompok Bermain (KB), sampai dengan SD. Salah satu tekad sekolah SD Muhammadiyah Birrul Walidain adalah untuk dapat mencetak generasi society 5.0.
Untuk mencapai tekadnya tersebut, SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus menorehkan berbagai prestasi, baik prestasi dari segi non akademik maupun prestasi dari segi akademik. Mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, nasional bahkan hingga prestasi tingkat internasional.
Kepala SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus, Jamaluddin Kamal mengatakan bahwa mereka memang sedang mempersiapkan siswa dan siswi mereka untuk menghadapi era Society 5.0 dari sekarang.
“Kami melatih anak tidak hanya sekedar tahu, tetapi bisa melaksanakan apa yang sudah dipelajari dan mereka juga akan belajar sendiri apa yang saat ini mereka alami,” jelasnya.
Ia juga mengatakan bahwa ke depannya nanti mereka bisa menjadi orang-orang yang tangguh di dalam menghadapi era Society 5.0.
SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus juga memiliki program unggulan di sekolahnya, yaitu Edu Karir dengan tujuan untuk dapat mengakomodir cita-cita anak.
Misalnya, ada anak yang ingin bercita-cita menjadi tentara, dokter, polisi, guru. Maka pihak sekolah akan membawa dan mengarahkan mereka sesuai dengan minat atau cita-citanya tersebut.
Kemudian ada pula Manajemen Disaster, yakni siswa akan diberi bekal bagaimana untuk menghadapi masa-masa yang berbahaya, yaitu seperti kebencanaan, dan lain-lain.
“Kami juga sudah bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, jadi siswa tahu harus berbuat apa kalau ada bahaya seperti kebakaran, kemudian banjir, dan lainnya. Tentunya, sigap memberikan pertolongan,” ungkapnya.
Adapun program selanjutnya yaitu ada Edu Trip, yang mana program ini membawa siswa untuk belajar di luar sekolah, misalnya berkunjung di tempat-tempat yang bersejarah.
Jamal juga menerangkan, program unggulan dari SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus yaitu pertukaran pelajar ke luar negeri. Sebelumnya juga pernah dilakukan, yaitu ke Negara Malaysia.
“InsyaAllah kami akan mengadakan lagi 2024 pertukaran pelajar di sekolah luar negeri dengan program International Academic Iracing. Siswa belajar banyak hal di luar negeri, diantaranya tukar budaya, pembelajaran dengan sekolah di luar negeri, dan lainnya,” ungkapnya.
Selain program tersebut, terdapat pula program Edu Planner, yaitu mengajak para siswa siswi untuk berkunjung ke usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Anak-anak diajak ke Jenang Mubarok, untuk melihat produksi jenang. Jamaluddin mengatakan lebih pada pelaku usaha, sehingga siswa dan siswi tergugah juga untuk menjadi seorang entrepreneur dan menciptakan lapangan pekerjaan.
Di SD Muhammadiyah Birrul Walidain ini juga ada ekstrakulikuler desain grafis, coding, robotic, dan semacamnya yang mana hal itu menjadi basic untuk menuju ke era Society 5.0.
Jamaluddin mengatakan, untuk menjadi sekolah dengan percepatan digitalisasi. Untuk mengawali menuju Society 5.0 tersebut, siswa siswi dilatih dan diperkenalkan dengan budaya antre, tertib, disiplin, tentunya spirit Birrul Walidain itu sendiri, tentang bagaimana mereka menjadi karakter-karakter Birrul Walidain dimanapun mereka berada.
“Patuh kepada orang tua dan mengembangkan karakter atau nilai-nilai Birrul Walidain itu sendiri sampai mereka menjadi orang-orang hebat,” jelasnya. (sal)
Editor : Kholid Hazmi