KUDUS - Delapan dalang cilik adu bakat di Taman Budaya Kudus kemarin.
Mereka memainkan wayang dengan membawakan berbagai lakon.
Mulai dari lakon Gatotkaca hingga Minak Jingga Lena.
Berdasarkan pengamatan Jawa Pos Radar Kudus kemarin, penampilan dalang cilik diawali oleh peserta nomor Fahmi Tsaqif Danawi asal Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo.
Dia tampil selama kurang lebih 45 menit, dengan mengenakan busana adat Jawa.
"Saya mulai menyukai wayang sejak masih TK, namun saya mulai belajar menjadi dalang belum ada satu tahun. Karena awalnya saya berlatih karawitan terlebih dahulu," kata Fahmi Tsaqif Danawi
Menurut siswa yang baru berumur 13 tahun itu, dalam memainkan wayang perlu memerhatikan sabetan (gerakan wayang oleh dalang, Red) dan suluk (nyanyian dalang, Red), dan juga sanggit (daya kreativitas seorang dalang, Red).
"Namun sanggit ini yang tersulit," ungkapnya.
Pihaknya akan terus belajar mengenai dunia wayang dan dalang, untuk melestarikan budaya Jawa ini.
"Salah satu dalang favorit saya itu salang Sigid Ariyanto," jelasnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus Mutrikah mengatakan, penampilan dalang cilik di Taman Budaya Kudus itu dalam rangka untuk memperingati Hari Wayang Nasional 2023 yang jatuh pada 7 November lalu.
Wayang sendiri sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda (WBTB).
Sehingga lomba dalang cilik bertujuan mendorong upaya pelestarian dan revitalisasi wayang di tengah perubahan budaya dan sosial yang terus berlangsung.
"Sekaligus mendorong potensi dalang cilik di Kudus, untuk menyalurkan bakatnya. Ke depan nantinya dalang cilik di Kudus hanya diwadahi dengan lomba. Namun juga diwadahi pembinaan," ujarnya. (ark/war)
Editor : Ali Mustofa