KUDUS - Helga Adiba Mulyawan, siswa SMA 1 Kudus meraih medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2023 bidang astronomi.
Ia berhasil menyisihkan 100 peserta se-Indonesia. Saat ini, dia persiapan seleksi maju internasional.
Bagi Helga, meneropong bulan menjadi pengalaman kali pertama bagi Helga Adiba Mulyawan, siswa kelas XII MIPA-1 SMA 1 Kudus saat mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2023 di Bogor pada September lalu.
Baca Juga: APES! Banjir Kartu Kuning, PSIR Rembang Dipecundangi Persiku Kudus, Ini Skornya
Dia pun merasa takjub melihat bulan dengan jelas itu.
Itu merupakan sesi terakhir dalam OSN bidang astronomi. Yakni sesi observasi. Waktu ujiannya malam hari dengan meneropong bulan.
”Ternyata, bentuk bulan indah sekali. Meski permukaannya tidak rata, tapi menakjubkan,” ungkapnya saat ditemui di ruang kepala sekolah dengan didampingi Kepala SMA 1 Kudus Sudiharto baru-baru ini.
Menariknya lagi, dia hanya belajar menggunakan teleskop selama satu minggu sebelum ikut lomba.
Baca Juga: Sampaikan Kuliah Umum di Maroko, Rektor IAIN Kudus Paparkan Model Implementasi Moderasi Beragama di Indonesia, Ini Isinya
”Saya belum pernah menggunakan teropong. Latihan selama satu minggu di sekolah. Pulang sekolah sampai malam. Waktu latihan melihat bulannya tidak begitu jelas, tapi saat lomba benar-benar terlihat besar dan jelas,” terangnya.
Ia tak hanya disuruh melihat, tapi juga menggambar bentuk bulan dan menyebutkan bagian-bagiannya. Itu juga berkorelasi dengan soal yang sudah dikerjakan sebelumnya.
”Sesuai itung-itungan soal yang saya kerjakan sebelumnya. Alhamdulillah, saya bisa tepat. Bulannya memang besar, tapi bagian-bagiannya tidak terlalu jelas. Namun, saya tahu karena saat latihan di sekolah dan saat OSN tingkat provinsi saya juga benar-benar memperhatikan. Setidaknya dilihat dari ciri-ciri bulannya,” ungkapnya.
Baca Juga: MEWAH! PO Berlian Jaya asal Kudus Ini Rilis 2 Bus Sleeper Jetbus 5, Begini Penampakannya
Di OSN tingkat nasional bidang astronomi itu, ia berhasil menyisihkan 100 peserta. Sebelumnya, ia lebih dulu mengikuti lomba tingkat kabupaten.
Hingga akhirnya bisa sampai nasional. Dari Provinsi Jawa Tengah sendiri, ada 85 siswa dengan bidang berbeda-beda. Ia mengikuti lomba tingkat nasional selama tujuh hari.
”Dari SMA 1 Kudus dua orang. Saya dan rekan saya Mujib di bidang kebumian yang mendapatkan medali perak,” ungkapnya.
Baca Juga: Asyik, Ratusan Kades dan Lurah di Kudus Dapat Motor Dinas Baru Honda PCX, Telan Dana Rp 4 Miliar
OSN tingkat nasional yang digelar Jumat (27/8) hingga Kamis (2/9) itu, ia tak merasa panik, tapi justru enjoy.
Padahal, ia harus melewati seleksi tiga tahap. Berupa mengerjakan soal uraian, masing-masing diberi waktu tiga jam.
Sementara itu, OSN tingkat nasional itu, bukan kali pertama bagi Helga. Tahun sebelumnya dia sudah pernah ikut di bidang yang sama. Dia pun lolos sampai tingkat nasional. Namun, belum bisa meraih medali.
”Kelas XI saya juga ikut OSN bidang matematika. Tapi ternyata belum lolos seleksi internal. Kemudian di bidang astronomi ternyata kosong perwakilan. Saya pun dialihkan ke astronomi. Hingga akhirnya mengikuti OSN dua kali dengan bidang yang sama,” ungkapnya.
Baca Juga: Jelang Hadapi PSIR Rembang di Lanjutan Liga 3 Jateng, Begini Kata Pelatih Persiku Kudus
Siswi asal Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, Grobogan, dan tinggal di rumah neneknya di Desa Mlati Lor, Kota, Kudus, ini mengatakan, sebenarnya dia lebih suka bidang matematika daripada astronomi. Sebab, sejak SMP sering ikut lomba pelajaran hitung itu.
Setelah meraih medali emas, Helga saat ini, mempersiapkan seleksi tahap selanjutnya untuk menuju lomba internasional.
”Peserta yang mendapatkan medali (OSN tingkat nasional) ada sekitar 30 pelajar. Yang dapat medali emas ada lima pelajar. Itu berkompetisi lagi untuk bisa maju ke internasional,” imbuhnya. (*/lin)
Editor : Abdul Rokhim