Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ojek Wisata Menara Kudus Mengaku Resah Adanya Aksi "Pembajakan" Penumpang, Ini Penyebabnya

Galih Erlambang Wiradinata • Selasa, 31 Oktober 2023 | 15:52 WIB
PENGARUHI PENDAPATAN: Pengojek Menara Kudus protes kepada petugas untuk menindak tegas bus pariwisata yang parkir liar kemarin.
PENGARUHI PENDAPATAN: Pengojek Menara Kudus protes kepada petugas untuk menindak tegas bus pariwisata yang parkir liar kemarin.

 

KUDUS – Keberadaan parkir liar peziarah Sunan Kudus di salah satu rumah makan di Desa Getas Pejaten, Jati, membuat resah para anggota organisasi ojek wisata Menara Kudus.

Para pengojek melakukan aksi ”pembajakan” penumpang di Jalan Kyai Telingsing kemarin.

Andrian, salah satu anggota organisasi ojek Menara Kudus mengatakan, 22 parkir liar itu muncul sejak dua tahun lalu atau saat terjadi Covid-19.

Adanya parkir liar tersebut, berdampak pada penghasilan tukang ojek.

”Pendapatan hampir turun 50 persen. Kami rugi dong. Dulu bisa narik enam hingga tujuh kali. Ini (setegah hari kemarin, Red) baru satu kali,” katanya.

Menindaklanjuti muculnya parkir liar ini, pihak ojek telah melaporkan dan berkomunikasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus.

Namun, tidak ada langkah konkret penyelesaian masalah tersebut.

Keberadaan parkir liar itu, diharapkan ditutup.

Tidak hanya merugikan 500 anggota ojek, tapi berdampak pada pedagang asongan maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di Terminal Wisata Bakalan Krapyak.

Terkait aksi ”pembajakan” penumpang ini, dilakukan untuk memberikan efek jera kepada para pelaku parkir liar.

Setidaknya ada 300 orang peziarah yang diangkut ke Terminal Bakalan Krapyak.

Para peziarah itu, kemudian dijemput kembali bus yang mengangkut mereka sebelumnya.

”Apabila aspirasi kami (penindakan parkir liar, Red) tidak didengar, kami akan demo di depan kabupaten. Kalau perlu (demo) di lokasi parkir liar,” katanya.

Sementara itu, Kasi Lalu Lintas pada Dishub Kudus Nugroho menyatakan, bus yang parkir liar tersebut, parkir di rumah makan di Desa Getas Pejaten, Jati.

Peziarah sebelumnya diberikan paket makan dan transportasi angkutan menuju Menara Kudus.

Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya akan melakukan pengawasan di pertigaan PLN Kudus atau sebelah barat rumah makan itu.

Hasil kesepakatan dengan pihak rumah makan, bus harus parkir ke Terminal Bakalan Krapyak untuk menurunkan peziarah.

Usai berziarah, bisa melanjutkan tujuan ke lokasi yang ingin dituju.

Pihaknya menegaskan, tidak ada penyediaan moda transportasi selain ojek.

”Kami anggap rumah makan itu, sebagai rest area. Bukan untuk penurunan moda trasportasi ke makam Sunan Kudus,” katanya.

Kesepatakan lain, para penumpang yang menaiki angkutan harus diturunkan di Terminal Bakalan Krapyak.

Terkait sanksi Dishub akan membuat SK Juknis penindakan pengelolaan tranportasi di kawasan Menara Kudus.

”Penindakanya pemberhentian operasional kendaraan itu (angkutan, Red). Dengan adanya SK itu, kami memiliki dasar hukum,” imbuhnya. (gal/lin)

Editor : Ali Mustofa
#Ojek menara #sunan kudus #Kudus #parkir liar #peziarah