KUDUS - PJ Bupati Kudus Bergas C Penanggungan bersama jajaran Forkopimda tampak hadir mengikuti prosesi pemakaman Pendiri PT Pura Jacobus Busono.
Mendiang Jacobus Busono dimakamkan di depan head office Pura Group Jalan AKBP Agil Kusumadya KM 4, Jati Wetan pada Jumat (27/10) tepat pukul 09.00 WIB.
Baca Juga: Melihat Prosesi Pemakaman Bos Pura Group Jacobus Busono di Komplek Head Office Pura Kudus
Dalam prosesi pemakaman itu Bergas berkesempatan memberikan sambutan.
Orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Kudus itu mengenang Jacobus Busono sebagai sosok yang visioner.
Baca Juga: Jacobus Busono Bos Pura Group Berpulang, Sebelum Meninggal Terbitkan Buku
"Kepergian beliau menjadi kehilangan besar bagi kita semua. Beliau dikenal sebagai sosok pemimpin yang visioner," ungkap Bergas.
Dengan kepemimpinan yang visioner, lanjut Bergas, PT Pura mampu tumbuh dari sebuah percetakan kecil tahun 1908 menjadi salah satu entitas industri yang kuat dan berpengaruh di Indonesia.
Baca Juga: Dua Rumah Warga di Kutuk Kudus Hangus Dilalap Si Jago Merah, Begini Kejadian dan Dugaan Penyebabnya
Dengan 30 divisi produksi yang terintegrasi dan ekspor ke lebih dari 100 negara di dunia. Sungguh sebuah tranformasi yang luar biasa.
"Tentunya hal ini tidak lepas dari peran beliau. Dengan visi yang kuat, beliau mengarahkan PT Pura menciptakan produk inovatif dengan teknologi tinggi. Yang mampu bersaing di pasar dunia," imbuh Bergas.
Tidak hanya itu, lanjut Bergas, torehan prestasi dan penghargaan dari dalam dan luar negeri, menjadi simbol dari kerja Jacobus Busono yang berharga dan bermanfaat bagi orang banyak.
Baca Juga: 5 Fakta Kasus Selebgram Asal Semarang yang Tega Bunuh Bayinya di Kloset lalu Membuangnya di Tong Sampah
"Namun yang terpenting adalah visi yang beliau tinggalkan, salah satunya falsafah menjaga diri agar tidak sombong. Pemimpin yang baik tidak mungkin sombong. Menjadi sombong berarti sulit menerima ucapan orang lain. Padahal mendengar merupakan salah satu cara menentukan keputusan," paparnya.
"Warisan falsafah dan visi yang kuat ini harusnya mampu kita jaga, untuk terus mengilhami kita untuk terus berkembang dan tumbuh. Atas nama pribadi dan keluarga besar pemkab Kudus kami mengucapkan turut berbelasungkawa yang mendalam atas kepergian bapak Jacobus Busono. Terima kasih atas dedikasi dan komitmennya," pungkasnya.
Baca Juga: Melihat Prosesi Pemakaman Bos Pura Group Jacobus Busono di Komplek Head Office Pura Kudus
Prosesi pemakaman ditutup dengan penaburan bunga, diawali dari pihak keluarga besar, jajaran Forkopimda, dan jajaran direksi Pura Group.
Sebelumnya diberitakan, Prosesi pemakaman diawali dengan upacara kebaktian sesuai ajaran agama Kristen.
Tepat pukul 09.00 prosesi pemakaman dimulai, peti jenazah Jacobus Busono dibalut bendera merah putih digotong oleh para personel TNI-POLRI. Dibelakangnya diikuti para keluarga.
Baca Juga: Jacobus Busono Bos Pura Group Berpulang, Sebelum Meninggal Terbitkan Buku
Ratusan karyawan terlihat mengantarkan kepergian bos mereka ke peristirahatan terakhir.
Mereka mengenakan pakaian serba putih.
Baca Juga: Terungkap! Ini Motif Selebgram Asal Semarang Tega Buang Bayinya di Bandara Ngurah Rai Bali
Untuk menjaga kekhusyukan prosesi pemakaman ini hanya pihak keluarga, jajaran direksi dan para tokoh yang berada di area dalam head office Pura Group.
Sementara para karyawan yang lain mengikuti dari area luar.
Pihak perusahaan menyediakan tenda panjang di depan, dilengkapi dengan layar monitor.
Baca Juga: Ini Dia Profil dan Sosok Zhafira Devi, Selebgram Semarang yang Buang Bayinya di Bandara Ngurah Rai, Bali
Saat prosesi pemakaman sejumlah karyawan juga berusaha melihat dari balik pintu gerbang.
Pihak keamanan meminta para hadirin tidak mengambil gambar ataupun video.
Pramono Anung Beri Penghormatan Terakhir kepada Jacobus
Sekretaris Kabinet (Seskab) Indonesia Pramono Anung melayat teman lamanya yakni Pemilik sekaligus Chairman Pura Group Dr. (H.C.) Jacobus Busono di Head Office Pura Grup Kamis (26/10) siang.
Pada kesempatan itu ia berpesan, usai ditinggal mendiang Pura Group harus selalu berinovasi ke depan.
Politisi Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDI-P) ini tiba di Head Office Pura Group sekitar pukul 12.14 WIB bersama rombongan.
Baca Juga: Suasana Detik-detik Pemakaman Jenazah Bos Pura Group Kudus Jocobus Busono
Pramono didampingi oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kudus, Masan berasama anggota lainnya.
Seskab, Pramono Anung menyatakan, ia sengaja meminta izin kepada Presiden Jokowi untuk melayat sahabatnya Jacobus Busono.
Dirinya sudah berteman dekat dengan mendiang hampir 24 tahun.
Baca Juga: 5 Fakta Kasus Selebgram Asal Semarang yang Tega Bunuh Bayinya di Kloset lalu Membuangnya di Tong Sampah
”Saya ini teman dekat beliau, murni pertemanan. Jadi tidak ada urusan yang lain kecuali peretemanan,” katanya.
Selama mendiang hidup, Jacobus dinilai selalu berinovasi dan sering menemukan hal baru. Baik dari itu dari security printing, kertas uang, pengiring padi, dan lainnya.
Perusahaan yang dimiliki Jacobus sudah sangat berkembang dan memiliki karyawan lebih dari 15 ribu.
Baca Juga: Jacobus Busono Bos Pura Group Berpulang, Sebelum Meninggal Terbitkan Buku
”Peninggalan pak Bus ini bisa diteruskan oleh keluarganya. Kalau selalu improve seperti pak Bus membesarkan perusahaan ini,” ungkapnya.
Raih Sejumlah Penghargaan Mentereng Semasa Hidup
Jacobus Busono, pengusaha bertangan dingin asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah semasa hidupnya telah mendapat penghargaan tingkat nasional hingga internasional.
Bahkan, saking banyaknya inovasi yang dihasilkan, penghargaan yang telah diraih Jacobus Busono pun tak terhitung.
Baca Juga: Melihat Prosesi Pemakaman Bos Pura Group Jacobus Busono di Komplek Head Office Pura Kudus
Salah satu penghargaan yang ia pernah raih ialah Bintang Mahaputra Nararya.
Penghargaan itu diberikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo pada 17 Agustus 2021 lalu berkat berinovasi di bidang kertas uang, kertas sekuriti, sistem anti pemalsuan, smart card, percetakan terintegrasi, dan teknologi.
Bintang Mahaputra Nararya merupakan jenis penghargaan sipil tertinggi, setingkat di bawah Bintang Republik Indonesia.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah nomor 35 tahun 2010, Bintang Mahaputera Nararya merupakan salah satu kelas dalam tanda kehormatan Bintang Mahaputera.
Baca Juga: Bos Pura Group Jacobus Busono Berpulang : Karangan Bunga Duka Cita Dari Pejabat Berdatangan
Tanda kehormatan itu diberikan oleh Presiden kepada seseorang, kesatuan, institusi pemerintah, atau organisasi atas darmabakti dan kesetiaan yang luar biasa terhadap bangsa dan negara.
Diketahui, kala itu penghargaan Bintang Mahaputera Nararya diserahkan Presiden Republik Indonesia, pada tanggal 12 Agustus 2021 di istana negara, di mana para penerimanya sekaligus diundang menghadiri Upacara Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2021.
Baca Juga: Jarang Disorot Media! Ini Profil dan Sosok Jacobus Busono, Pendiri Sekaligus Pemilik Pura Group
Selain Bintang Mahaputra Nararya, Jacobus juga dipernah diganjar penghargaan atas kontribusi terhadap perlindungan kekayaan intelektual dengan jumlah terbanyak dari Kementerian Hukum dan HAM.
Bahkan, dia juga pernah meraih kehormatan sebagai "Perekayasa Utama Kehormatan 2015" di bidang teknologi material dari Majelis Perekayasa Nasional Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Sosok Jacobus Busono di Mata Karyawan
Sebelumnya, pendiri PT Pura Jacobus Busono meninggal pada Minggu (22/10) lalu.
Agung Subani, Direktur HR & GA Pura Group menyatakan, keluarga besar Pura Group ingin menyampaikan dukacita yang mendalam atas berpulangnya tokoh nasional, pemimpin serta panutan yang telah banyak berjasa membangun Pura Group.
Baca Juga: Breaking News! Bos Pura Grup Kudus Jacobus Busono Meninggal Dunia!
Menurut Agung, mendiang meninggalkan kenang-kenangan yang berharga untuk bisa dijadikan motivasi hidup.
Kini, pengusaha tangan dingin yang juga satu-satunya wiraswasta dari Indonesia dalam Word Entrepreneurship binaan Presiden Prancis dengan kekayaan US$152 juta itu pun telah berpulang. (aua/khim)