KUDUS - Pendiri PT Pura Jacobus Busono dimakamkan pada Jumat (27/10) pagi tepat pukul 09.00 WIB.
Peraih anugerah Bintang Mahaputra Nararya itu dimakamkan di depan head office Pura Group Jalan AKBP Agil Kusumadya KM 4, Jati Wetan.
Baca Juga: 5 Fakta Kasus Selebgram Asal Semarang yang Tega Bunuh Bayinya di Kloset lalu Membuangnya di Tong Sampah
Prosesi pemakaman diawali dengan upacara kebaktian sesuai ajaran agama Kristen.
Tepat pukul 09.00 WIB prosesi pemakaman dimulai, peti jenazah Jacobus Busono dibalut bendera merah putih digotong oleh para personel TNI-POLRI.
Baca Juga: Jacobus Busono Berpulang : Terbitkan Buku Sebelum Meninggal hingga Penghormatan Terakhir dari Pramono Anung
Dibelakangnya diikuti para keluarga.
Ratusan karyawan pun terlihat mengantarkan kepergian bos mereka ke peristirahatan terakhir.
Baca Juga: Ikuti Prosesi Pemakaman, PJ Bupati Kudus Kenang Mendiang Jacobus Busono sebagai Sosok Pemimpin yang Visioner
Mereka mengenakan pakaian serba putih.
Untuk menjaga kekhusyukan prosesi pemakaman ini hanya pihak keluarga, jajaran direksi dan para tokoh yang berada di area dalam head office Pura Group.
Sementara para karyawan yang lain mengikuti dari area luar.
Pihak perusahaan menyediakan tenda panjang di depan, dilengkapi dengan layar monitor.
Baca Juga: Terungkap! Ini Motif Selebgram Asal Semarang Tega Buang Bayinya di Bandara Ngurah Rai Bali
Saat prosesi pemakaman sejumlah karyawan juga berusaha melihat dari balik pintu gerbang.
Pihak keamanan meminta para hadirin tidak mengambil gambar ataupun video.
PJ Bupati Kudus Bergas C Penanggungan bersama jajaran Forkopimda tampak hadir mengikuti prosesi pemakaman.
Baca Juga: Suasana Detik-detik Pemakaman Jenazah Bos Pura Group Kudus Jocobus Busono
Dalam prosesi pemakaman itu Bergas berkesempatan memberikan sambutan.
Pramono Anung Beri Penghormatan Terakhir kepada Jacobus
Sekretaris Kabinet (Seskab) Indonesia Pramono Anung melayat teman lamanya yakni Pemilik sekaligus Chairman Pura Group Dr. (H.C.) Jacobus Busono di Head Office Pura Grup Kamis (26/10) siang.
Pada kesempatan itu ia berpesan, usai ditinggal mendiang Pura Group harus selalu berinovasi ke depan.
Baca Juga: 5 Fakta Kasus Selebgram Asal Semarang yang Tega Bunuh Bayinya di Kloset lalu Membuangnya di Tong Sampah
Politisi Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDI-P) ini tiba di Head Office Pura Group sekitar pukul 12.14 WIB bersama rombongan.
Pramono didampingi oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kudus, Masan berasama anggota lainnya.
Baca Juga: Bos Pura Group Jacobus Busono Berpulang : Karangan Bunga Duka Cita Dari Pejabat Berdatangan
Seskab, Pramono Anung menyatakan, ia sengaja meminta izin kepada Presiden Jokowi untuk melayat sahabatnya Jacobus Busono.
Dirinya sudah berteman dekat dengan mendiang hampir 24 tahun.
”Saya ini teman dekat beliau, murni pertemanan. Jadi tidak ada urusan yang lain kecuali peretemanan,” katanya.
Baca Juga: Jacobus Busono Pemilik Sekaligus Pendiri Pura Group Berpulang : Ini Daftar Bisnis hingga Harta Kekayaan
Selama mendiang hidup, Jacobus dinilai selalu berinovasi dan sering menemukan hal baru. Baik dari itu dari security printing, kertas uang, pengiring padi, dan lainnya.
Perusahaan yang dimiliki Jacobus sudah sangat berkembang dan memiliki karyawan lebih dari 15 ribu.
”Peninggalan pak Bus ini bisa diteruskan oleh keluarganya. Kalau selalu improve seperti pak Bus membesarkan perusahaan ini,” ungkapnya.
Raih Sejumlah Penghargaan Mentereng Semasa Hidup
Jacobus Busono, pengusaha bertangan dingin asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah semasa hidupnya telah mendapat penghargaan tingkat nasional hingga internasional.
Bahkan, saking banyaknya inovasi yang dihasilkan, penghargaan yang telah diraih Jacobus Busono pun tak terhitung.
Baca Juga: Ikuti Prosesi Pemakaman, PJ Bupati Kudus Kenang Mendiang Jacobus Busono sebagai Sosok Pemimpin yang Visioner
Salah satu penghargaan yang ia pernah raih ialah Bintang Mahaputra Nararya.
Penghargaan itu diberikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo pada 17 Agustus 2021 lalu berkat berinovasi di bidang kertas uang, kertas sekuriti, sistem anti pemalsuan, smart card, percetakan terintegrasi, dan teknologi.
Bintang Mahaputra Nararya merupakan jenis penghargaan sipil tertinggi, setingkat di bawah Bintang Republik Indonesia.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah nomor 35 tahun 2010, Bintang Mahaputera Nararya merupakan salah satu kelas dalam tanda kehormatan Bintang Mahaputera.
Baca Juga: Pramono Anung Kenang Momen Berkesan Mendiang Jacobus Busono Sebelum Wafat
Tanda kehormatan itu diberikan oleh Presiden kepada seseorang, kesatuan, institusi pemerintah, atau organisasi atas darmabakti dan kesetiaan yang luar biasa terhadap bangsa dan negara.
Diketahui, kala itu penghargaan Bintang Mahaputera Nararya diserahkan Presiden Republik Indonesia, pada tanggal 12 Agustus 2021 di istana negara, di mana para penerimanya sekaligus diundang menghadiri Upacara Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2021.
Baca Juga: Ikuti Prosesi Pemakaman, PJ Bupati Kudus Kenang Mendiang Jacobus Busono sebagai Sosok Pemimpin yang Visioner
Selain Bintang Mahaputra Nararya, Jacobus juga dipernah diganjar penghargaan atas kontribusi terhadap perlindungan kekayaan intelektual dengan jumlah terbanyak dari Kementerian Hukum dan HAM.
Bahkan, dia juga pernah meraih kehormatan sebagai "Perekayasa Utama Kehormatan 2015" di bidang teknologi material dari Majelis Perekayasa Nasional Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Sosok Jacobus Busono di Mata Karyawan
Sebelumnya, pendiri PT Pura Jacobus Busono meninggal pada Minggu (22/10) lalu.
Agung Subani, Direktur HR & GA Pura Group menyatakan, keluarga besar Pura Group ingin menyampaikan dukacita yang mendalam atas berpulangnya tokoh nasional, pemimpin serta panutan yang telah banyak berjasa membangun Pura Group.
Baca Juga: Kejam! Selebgram Semarang Buang Bayi di Bandara, Sempat Siram Bayinya ke Toilet Hingga Meninggal
Menurut Agung, mendiang meninggalkan kenang-kenangan yang berharga untuk bisa dijadikan motivasi hidup.
Baca Juga: Dua Rumah Warga di Kutuk Kudus Hangus Dilalap Si Jago Merah, Begini Kejadian dan Dugaan Penyebabnya
Kini, tangan dingin yang juga satu-satunya wiraswasta dari Indonesia dalam Word Entrepreneurship binaan Presiden Prancis dengan kekayaan US$152 juta itu pun telah berpulang. (aua)
Editor : Ali Mustofa