KUDUS – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdipora) Kudus kembali menggelar latihan dasar kepemimpinan (LDK) bersama Jawa Pos Radar Kudus.
Untuk kali ini sasarannya siswa SMP di Kudus. Pelatihan dikonsep interaktif dan menyenangkan.
Acara dilaksanakan di hal kantor Jawa Pos Radar Kudus kemarin.
Pembukaan LDK dihadiri Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada didampingi Kabid Kepemudaan Iswahyudi, kemudian Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi, dan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ahadi Setiawan.
Peserta LDK berjumlah 100 siswa. Mereka yang ditunjuk dari sekolah merupakan siswa pilihan. Ada yang ketua OSIS, sekretaris, bendahara, dan organisasi lainnya.
Sekolah yang mengirim siswanya di acara itu terlihat antusias. Beberapa siswa bahkan diantar guru pendamping.
Mereka diberi bekal materi LDK dari narasumber yang berkompeten.
Sebelum dimulai, peserta mendapatkan pesan atau wejangan dari Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi.
Kegiatan itu sebagai dasar membentuk jiwa yang disiplin dan mengerti cara menjadi pemimpin.
”Anak zaman sekarang lebih senang menyendiri di dalam kamar dan asyik bermain ponsel. Sampai larut malam, sehingga pada saat pagi waktu berangkat sekolah jadi ogah-ogahan bangun. Inilah yang perlu diberantas. Maka LDK kali ini menyasar siswa SMP. Membentuk jati diri yang baik sejak dini,” terangnya.
Ia juga menyampaikan, ikuti dengan santai tapi serius. Ilmunya diresapi, agar ke depan menjadi pemimpin yang hebat dan menjadi orang yang memiliki karakter.
Untuk menghidupkan suasana agar tetap semangat, peserta diajak yel yel Jawa Pos Radar Kudus Set Set Wes.
Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada, juga menyampaikan pesan. Para siswa yang memiliki cita-cita menjadi tentara, dokter, terkabul cita-citanya.
”Saya doakan agar anak-anak yang ikut pelatihan ini besuk ke depannya ada yang jadi bupati, direktur BUMN, bahkan ada yang jadi seperti pak Baehaqi,” kata Harjuna.
Ia juga menyampaikan, siswa datang ke pelatihan diantar guru masing-masing. Ini sebagai bentuk tanggung jawab, karena masih jam sekolah.
”Di kabupaten lain belum tentu ada yang seperti ini untuk latihan kepemimpinan. Di Kudus sudah melakukan mulai SMA sederajat. Jadi, kami berharap, diikuti dengan baik dan tertib, jaga nama baik sekolah kalian masing-masing,” ujarnya. (san/zen)
Editor : Ali Mustofa