KUDUS – Madrasah Aliyah (MA) NU Nurul Ulum Kudus meraih juara I dua kali dalam ajang lomba kreativitas dan inovasi (Krenova) tingkat Kabupaten Kudus.
Juara I didapat pada 2018 berkat menginovasikan rumput anting-anting.
Tahun ini juga meraih juara I berkat mengubah rumput belulang menjadi beraneka macam produk.
Tim Krenova yang terdiri dari 5 siswa ini mampu menyisihkan 115 peserta (kategori pelajar) dan meraih juara I krenova tingkat Kabupaten Kudus.
Lima siswa tersebut terdiri dari Arini Nuroniyah, Awalya Nawa Firnanda, Saskia Amalia Putri, Dania Putri Apriyanti, dan Muhamad Abdul Basith.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MA NU Nurul Ulum Ali Imron mengatakan, hal itu tak terlepas dari adanya pendampingan riset.
Pendampingan itu diampu oleh dua guru pendamping dari MA NU Nurul Ulum Umi Chabibah dan Fais Nor Farida, serta empat dosen dari Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang sebagai motivator.
Yakni Prof. Bambang Cahyono, Prof. Meiny Suzery, Dr. Pasaroan Siahaan, dan Dr. Agustina Lulus Nurul Amin.
Tak hanya itu, pendampingan juga didukung dengan fasilitas laboratorium MIPA.
Siswa berkompeten mendapatkan pendampingan tersebut sejak 2017 dan pada 2018 madrasah tersebut mulai menunjukkan prestasinya dalam ajang krenova.
Tahun ini pihak madrasah berkesempatan melaju ke tingkat provinsi.
Pada awal September lalu, madrasah tersebut berkesempatan menunjukkan produknya dalam Pameran Produk Inovasi (PPI) di UIN Salatiga, bersaing dengan hasil inovasi produk se-Jawa Tengah.
Pada saat pameran tersebut, kata dia, banyak yang tertarik dan membeli produk yang diberi nama “Beesti” tersebut.
“Namun sementara ini produk dari rumput belulang baru diperjualbelikan di lingkup madrasah, guru, maupun siswa (internal, Red), namun dalam prosesnya nanti pasti akan diperluas lagi,” ujarnya. (ark/mal)
Editor : Abdul Rokhim