KUDUS – Pelajar SMA sederajat dan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Kudus mengikuti Sosialisasi Bahaya Narkoba dan HIV/AIDS di Jawa Pos Radar Kudus Building kemarin.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Kudus. Dengan tujuan mencegah generasi muda terjerumus narkoba.
Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi dalam sambutannya mengatakan, narkoba itu jangan sekali-kali dicoba.
Dia menjelaskan, sekalipun orang tersebut yang awalnya sifatnya begitu religius, maupun tuntutan pekerjaan yang mengharuskan berdekatan dengan narkoba, kalau sudah mencoba karena penasaran, akhirnya terjerumus juga.
”Narkoba hanya akan merugikan banyak orang dan merusak generasi bangsa. Dengan adanya sosialisasi (acara sosialisasi bahaya narkoba dan HIV/AIDS) ini, diharapkan dapat menyiapkan generasi bangsa yang lebih baik dan berprestasi. Terhindar dari bahaya narkoba dan HIV/AIDS,” ujarnya.
Kepala Disdikpora Kabupaten Kudus Harjuna Widada yang diwakili Kabid Kepemudaan Iswahyudi saat sambutan mengatakan, di Kabupaten Kudus pencapaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) tergolong tinggi.
Itu tak lepas dari kinerja stakeholder, seperti perguruan tinggi, media, dan lainnya.
”Pihak pemkab berharap, kegiatan kepemudaan ini, bisa kontinyu. Pada 2024 nanti, kami akan menyusun rencana aksi daerah terkait bidang kepemudaan. Setelah rencana itu, di dalamnya akan ada public hearing yang melibatkan mahasiswa serta organisasi kepemudaan,” terangnya.
KBO Satres Narkoba Polres Kudus Iptu Arwan yang menjadi salah satu narasumber menjelaskan, hal yang perlu ditekankan adalah waspada terhadap rekan atau teman yang baru dikenal.
Jangan sampai saat di mana pun berada, mudah terpengaruh atau dikendalikan orang lain.
Apalagi pada rekan yang baru dikenal. Selain itu, tak lupa harus mendekatkan diri kepada Sang Khalik.
Yasifur Anjas, pemateri lain menyampaikan, sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda agar tidak mudah terjerumus terhadap bahaya narkoba.
Sebab, hingga saat ini masih banyak kasus yang mengancam generasi penerus.
Tak hanya masalah narkotika, tapi juga muncul gerakan fundamentalis yang mengancam generasi dan memecah persatuan serta kesatuan bangsa.
”Maka dari itu, semua pihak perlu berkontribusi untuk pencegahan ini. Untuk membentengi generasi muda, agar jangan sampai terjerumus kepada hal yang tak diinginkan. Sebab, akan merusak masa depan, terutama soal moral dan akhlak,” ungkapnya.
Salah satu peserta asal SMK NU Banat Kudus Alfina menyatakan, dari sosialisasi yang diikuti ini, dia mendapatkan edukasi tentang cara menjauhi narkoba, dan bahaya narkoba.
”Juga mengerti yang menyebabkan menjadi pecandu narkoba bukan hanya dari diri sendiri, tetapi juga keluarga dan lingkungan. Yang justru dapat berpengaruh lebih besar,” ungkapnya. (ark/lin)
Editor : Ali Mustofa