KUDUS – Kasus pengeroyokan di kafe-karaoke di Desa Jati Wetan, Jati, yang mengakibatkan tewasnya warga Desa Purworejo, Bae, mendapat perhatian pemerintah kabupaten (pemkab).
Pemkab Kudus akan memperketat pengawasan sejumlah kafe-karaoke. Sementara itu, pelaku pembunuhan itu identitasnya sudah dikantongi polisi dan kini sedang diburu.
Keluarga korban menuntut kasus pengeroyokan yang menewaskan anaknya, Jecky, 21, agar diusut tuntas dan diadili sesuai hokum yang berlaku. Selain itu, juga meminta agar polisi segera menangkap pelaku yang masih buron.
Menurut ayah korban, anaknya menjadi salah sasaran pengeroyokan di kafe-karaoke. Pelakunya ada 35 orang yang diduga dari dua organisasi masyarakat (ormas).
Jecky mengalami pendaran di bagian kepala. Dia sempat koma selama 29 hari di rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (15/8) lalu.
Bupati Kudus HM. Hartopo mengatakan, pihaknya prihatin melihat pengeroyokan yang terjadi di kafe-karaoke tersebut.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kudus untuk menindak tegas pelaku pengeroyokan di lokasi karaoke itu.
”Dari kejadian pengeroyokan yang menyebabkan kematian itu, proses hukum tetap berjalan. Pelaku DPO (daftar pencarian orang) masih diburu. Pemerintah daerah selalu mendukung pengusutan tindakan kriminal,” tegasnya.
Langkah lain, pemkab telah memberikan segel yang ada di lokasi karaoke. Tujuannya, untuk mengantisipasi kafe-karaoke yang masih nekat buka secara kucing-kucingan.
Hartopo menambahkan, garis Satpol PP line telah dipasang di kafe-karaoke itu. Jika garis itu dirusak, pemerintah daerah akan menyeret pemilik kafe ke ranah pidana.
”Ketika ada yang membuka segel, harusnya ranahnya pidana. Ini harus koordinasi ke Polres Kudus yang bisa menindaklanjuti,” katanya.
Terpisah, Kapolres Kudus AKBP Dydit Dwi Susanto menyatakan, pihaknya tengah menangani kasus ini. Saat ini, ada delapan pelaku pengeroyokan yang telah diringkus.
Sedangkan semua pelaku pengeroyokan ada 35 orang. Polisi berkomitmen akan memburu pelaku yang masih berkeliaran.
”Kami sudah mendapatkan identitasnya (pelaku pengeroyokan Red). Saat ini, masih dalam pengejaran,” katanya.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait pengawasan kafe-karaoke yang masih nekat beroperasi. Ini untuk menghindari insiden buruk itu terulang lagi. (gal/lin)
Editor : Ali Mustofa