KUDUS - Dua orang mencuri perhiasan di rumah lansia Arisa, 72 beralamat di Kelurahan Wergu Kulon atau Gang II. Saat beraksi pencuri mengaku dan menyamar sebagai teknisi PLN dan PDAM.
Kapolsek Kota Iptu Subkhan menyatakan, pencurian ini kondisi rumah tidak kosong. Atau ditinggal pergi penghuni. Saat itu, Arisa, sedang berada di rumah. Sementara suaminya Pratikno, 77 pergi berolahraga ke luar rumah.
Aksi pencurian ini, kata Subkhan sangat terkoodinir. Diduga pelaku beraksi ada empat orang. Dua orang bertugas memantau kondisi di luar rumah. Sementara dua rekannya masuk ke rumah.
”Dua orang masuk ke rumah ngaku sebagai petugas PLN dan PDAM. Yang mengaku PLN masuk ke rumah dan PDAM di luar rumah,” katanya.
Aksi pencurian ini terbilang nekat. Pasalnya ada pemilik rumah yang berada di lokasi. Kecurigaan sempat dialami oleh korban sebelum kejadian pencurian.
Arisa sempat menanyai pelaku yang mengaku petugas PDAM. Pelaku saat itu berpura-pura mengecek kondisi saluran air. Merasa tak ada kendala dan permintaan perbaikan, korban masuk ke rumah.
”Saat masuk ke rumah, korban berpapasan dengan pelaku yang mengaku petugas PLN. Lalu korban menanyai pelaku itu,” tambahnya.
Melihat korban yang curiga, kedua pelaku tersebut menyelesaikan aksinya. Kedua pelaku bergegas melarikan diri usai mencuri di rumah korban.
Namun, usai kedua pelaku meninggalkan rumah Arisa, korban panik saat melihat lemari di kamarnya. Kondisinya sudah berantakkan. Serta ada kalung emas yang hilang digasak pelaku.
”Pelaku masuk ke kamar, pintu kamar ditarik. Perhisan yang diambil kalung 20 gram, atau senilai Rp 20 juta,” katanya.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan kasus ini. Petugas mengecek kondisi kamera pengawas di sekitar lokasi milik kelurahan. Akan tetapi hasil gambar pada kamera CCTV tersebut kurang jelas.
Atas kasus ini, Kapolsek mengimbau masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan bagi orang yang tak dikenal. Masyarakat juga diminta meningkatkan kualitas keamanan dengan memasang CCTV yang mumpuni. (gal)
Editor : Ali Mustofa