Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sempat Viral di Media Sosial Dua Warga di Kudus Dikira Korban Begal, Ternyata Pengeroyokan Usai Karaoke

Galih Erlambang Wiradinata • Selasa, 8 Agustus 2023 | 02:47 WIB

 

MERESAHKAN: Kepala Desa Pasuruhan Lor Noor Badri bersama saksi menjelaskan kronologi pengeroyokan yang terjadi Senin pagi.
MERESAHKAN: Kepala Desa Pasuruhan Lor Noor Badri bersama saksi menjelaskan kronologi pengeroyokan yang terjadi Senin pagi.

 

 

KUDUS - Ramai kabar adanya dua korban begal di Jalan Tengah sawah, Desa Pasuruhan Lor, Senin (7/8) pagi. Namun kasus tersebut ternyata melainkan salah paham dan pengeroyokan usai dari karaoke.

Kabar ini sempat ramai di media sosial dan ada sebuah pengakuan dari korban. Namun setelah diklarifikasi kepada pihak Pemerintah Desa Pasuruhan Lor dan Polsek Jati, ternyata pengeroyokan. Kini kasus itu tengah diselidiki oleh pihak Polsek Jati.

Menurut keterangan warga di sekitar lokasi, Wahyu Erwansyah menyatakan kronologi pengeroyokan itu terjadi pada Senin (7/8) sekitar pukul 05.30. Kendaraan korban yang ditunggangi Rendi dan Riski Ali berjalan dari selatan menuju utara.

Tak disangka mereka berdua dibuntuti oleh pelaku pengendara RX-King yang bergoncengan. Korban diduga ditendang hingga terjatuh di selokan di sekitaran sawah.

”Korban ada yang melarikan diri dan dihjar oleh pelaku,” katanya. 

Salah satu korban, dihajar pelaku dibagian kepala berkali-kali. Bahkan korban masuk hingga ke saluran air. Pelaku sempat hendak menghajar korban dengan batu besar.

Akan tetapi aksi itu, diketahui oleh Wahyu. Ia kemudian melerai perkelahian korban dan pelaku. Usai dipisah, korban kemudian ditolong oleh Wahyu. Dari pekelahian itu diduga korban dan pelaku terpengaruh minuman keras.

”Dari keterangan korban mereka pulang dari karaoke. Dan dituduh mencuri motor. Padahal itu motor korban,” ungkapnya.

Sementara itu keterangan dari Kanit Reskrim Polsek Jati Ipda Khoirul Anam menyatakan, korban datang ke salah satu kafe di jalan Lingkar Barat dengan empat rekannya. Ketika hendak pulang, korban menanyakan keberadaan kuncinya.

Namun, hal itu membuat salah sangka, kepada pelaku yang ada disamping korban. Riski Ali dan Rendi saat pulang dari kafe kemudian dibuntuti oleh pelaku. Motor korban ditendang pelaku hingga terjatuh.

Melihat hal itu Riski mencoba melarikan diri ke area persawahan. Akibatnya, kakinya mengalami luka sobekan.

”Riski juga kena hantaman, kakinya yang robek bukan karena bacokan,” ungkapnya.

Dari kasus ini, polisi tengah menyelidiki pengeroyokan tersebut. Polisi tengah meminta keterangan dari korban. 

Terpisah, Kepala Desa Pasuruhan Lor Noor Badri mengaku kecewa atas kasus tersebut. Padahal pihak Satpol PP telah menyegel kafe di sana. Namun kenyataannya kafe karaoke tersebut bandel dan beroperasi kembali. (gal)

Editor : Ali Mustofa
#pengeroyokan #karaoke #satpol pp #media sosial #Kudus