KUDUS – Pada momen peringatan 1 Muharram 1445 Hijrah KH. Anwar Zahid mengajak Jemaah untuk instropeksi dan mengubah diri menuju perbaikan. Di samping itu, meningkatkan kepribadian seorang muslim menuju muslih.
Hal ini disampaikan dalam pengajian umum yang digelar di Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS) Kudus kemarin sore. Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini, pengajian tersebut dipadati oleh para santri dan masyarakat umum.
Baca Juga: Melihat Pertapaan di Rahtawu Kudus yang Ramai Dikunjungi Peziarah saat Malam 1 Suro
Para hadirin meluber duduk dengan alas tikar memadati Jalan KH. Turaichan Adjhuri. Sementara untuk arus lalu lintas dialihakan sementara waktu.
Kiai asal Bojonegoro itu, dalam mauidhoh hasanah-nya yang kocak, meminta setiap individu bisa instropeksi diri untuk menuju titik kebaikan.
Tak hanya itu, hadirin harus memiliki rasa manfaat untuk masyarakat.
”Jadilah orang yang muslih. Yang menebar kebaikan dan bermanfaat bagi diri sendiri hingga orang lain,” ajaknya.
Lebih lanjut, kiai jenaka ini menyatakan, menjadi orang baik itu dipastikan disenangi oleh masyarakat luas.
Sedangkan orang yang melakukan perbaikan dan bermanfaat bagi masyarakat akan banyak dimusuhi.
Baca Juga: Kudus Petakan Potensi Wisata Alam di Wilayah Rahtawu untuk Dongkrak Investor
Hal ini berkaca pada kisah Nabi Muhammad sebelum diangkat menjadi rasul. Nabi Muhammad banyak dicintai oleh kaumnya dan keluargannya.
”Ini berkebalikan ketika diangkat menjadi rasul menyeru kebaikan. Beliau banyak dimusuhi orang. Bahkan keluargannya,” tambahnya.
Melihat kisah itu, KH. Anwar Zahid mengajak pengurus TBS untuk siap untuk berjuang untuk melakukan perbaikan. Sekaligus siap dibenci oleh siapapun.
Itulah yang dinamakan perjuangan. Harus siap menerima risiko apapun.
”Yayasan (TBS) ini dirintis sampai sebesar ini. Santrinya 5 ribu lebih. Pasti banyak tantangannya. Pasti banyak rintangnnya. Maka harus siap,” katanya.
Bekal untuk para santri ini, bisa menerapkan wasiat Luqman Al Haqim yang diabadikan ke dalam Alquran. Wasiat itu berupa mengajak para orang tua kepada anaknya men-dawam-kan (konsisten) menjalankan perintah wajib yakni salat.
”Ketika salatnya bener akan menjadi orang baik. Rata-rata anak yang nakal salatnya tidak benar. Ibu (ibu-ibu hadirin, Red), maka (anaknya) dikawal salatnnya,” pesannya.
”Untuk itu, dalam kesempatan hidup jangan disia-siakan. Taatlah beribadah kepada Allah. Bergelimbang harta dan jabatan tidak bisa menjadi modal untuk menghadap Sang Kuasa. Kecuali amal kebaikan, iman, dan taqwa,” pesannya lagi.
Baca Juga: Tertangkap Basar Curi Kotak Amal di Masjid Kudus, Gelandangan Asal Pati Dihajar Massa
Disamping itu, Anwar Zahid mengajak untuk meningkatkan level dalam beribadah. ”Tujuan beribadah adalah berharap cinta dan rida kepada Allah,” imbuhnya.
Selain mengisi pengajian di TBS, kiai yang juga pengasuh Pondok Pesantren Sabilunnajah, Bojonegoro, itu, pukul 20.00 tadi malam juga memberikan ceramah pengajian umum di Lapangan Desa Tanjungkarang, Jati, Kudus, serta pukul 22.00 memberi mauidloh hasanah pengajian umum HUT ke-77 Bhayangkara bersama Habib Bidin dan Azzahir di Alun-alun Simpang Tujuh. (gal/lin)
Editor : Ali Mustofa