KUDUS – Wilayah pegunungan Desa Rahtawu sudah dibuatkan master plan untuk mengembangkan usaha wisata agar dilirik investor. Master plan itu hingga saat ini belum dirubah semenjak 2021.
Kepala Desa Rahtawu Rasmadi Didik Ariyadi mengatakan, pihaknya sudah pernah membuat master plan pada 2021. Master plan itu menjelaskan beberapa titik wilayah Rahtawu yang dapat digunakan investor untuk membangun wisata.
"Grand design kami serahkan pada 2021 kepada Bappeda Kudus, hingga sekarang masih sama, tidak kami rubah," katanya.
Salah satu bentuk jenis usaha wisata yang dapat dimanfaatkan investor, kata dia, yakni jeep adventure. Dilahan Soko Kaleh-Kedung Cengger
Adapula wilayah RW 2 yang dapat dipergunakan untuk pembangunan mini zoo, dan jika yang diinginkan soal kebudayaan bisa memilih kawasan RW 4 yang mana sudah ditetapkan sebagai kampung adat.
"Sementara untuk lokasi pengembangan wisata buatan, kami persilakan untuk memilih kawasan RW 1 yang sudah kami tetapkan sebagai kampung modern," ungkapnya.
Bupati Kudus Hartopo mengatakan, investasi daerah diharapkan dapat merata tidak hanya menumpuk di area perkotaan. Namun juga bisa merata di wilayah pegunungan, yakni dengan potensi alam yang dapat dipromosikan.
Wilayah pegunungan, perlu dimanfaatkan dan dipromosikan agar ada investor yang melirik, dan agar mau membangun usaha di Kudus.
“Karena kalau membangun secara mandiri dengan keuangan daerah belum mampu, perlu narik investor,” jelasnya.
Dosen Ekonomi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Kudus Nor Hadi mengatakan, perkembangan ekonomi di suatu daerah tidak lepas dari tren. Tren inilah yang saat ini diikuti masyarakat Kudus dan dibaca oleh pebisnis untuk berinvestasi.
Peluang bisnis yang bagus yakni yang dibutuhkan masyarakat. Sehingga pebisnis maupun investor akan berlomba untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai dengan tren yang saat ini sedang berkembang. ”Apalagi di Kudus itu strategis. Ada wisata religi, non-religi juga ada,” imbuhnya. (ark/war)
Editor : Ali Mustofa