Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dana Stunting melalui DAK Diforsir untuk Beli Timbangan, DKK Kudus Sebut Alasannya

Arika Khoiriya • Rabu, 5 Juli 2023 | 23:13 WIB
LAWAN STUNTING: Sejumlah balita mengikuti pengukuran timbang badan dan pemenuhan gizi untuk tumbuh kembang anak di Desa Tumpangkrasak Kecamatan Jati pada Februari lalu.
LAWAN STUNTING: Sejumlah balita mengikuti pengukuran timbang badan dan pemenuhan gizi untuk tumbuh kembang anak di Desa Tumpangkrasak Kecamatan Jati pada Februari lalu.

Di Sidang MK, Pemerintah Sebut Alasan Pentingnya ...

KUDUS – Dana stunting yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) ternyata banyak digunakan untuk keperluan pembelian alat timbangan. Alasannya karena alat tersebut dibutuhkan posyandu untuk mendeteksi stunting bagi anak usia dini agar lebih terukur.

Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Nuryanto Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus menyebut, tahun ini Kabupaten Kudus mendapatkan DAK untuk menangani stunting sebanyak Rp 9,3 miliar.

Dana tersebut di antaranya untuk kegiatan preventif dan promotif. Misalnya untuk sosialisasi dan kegiatan penyuluhan. Lalu ada juga untuk keperluan pemberian makanan tambahan (PMT). PMT itu diperuntukkan untuk balita dan ibu hamil. “Biasanya berupa susu,” jelasnya.

Dari jumlah DAK itu, sebanyak Rp 7,4 miliar diperlukan untuk pengadaan alat timbangan balita, yakni alat antropometri, alat itu penting untuk mendeteksi stunting, dan alat tersebut didistribusikan ke posyandu lewat puskesmas. Dan itu sudah ketentuan dari Kemenkes.

“Setidaknya diperlukan 694 paket alat antropometri,” ungkapnya.

Sementara itu, hasil penimbangan serentak pada Februari lalu, ditemukan kasus stunting pada 2917 balita. Nantinya, penimbangan akan dilanjutkan pada Bulan Agustus.

Secara keseluruhan, alokasi dana stunting saat ini terserap sekitar 12 persen. Lantaran untuk proses memilih alat antropometri tidak bisa sembarangan, produk yang dipilih harus dari rekomendasi dari Kemenkes. (ark/mal)

 

Editor : Ali Mustofa
#dkk kudus #kudu #dinas kesehatan kudus #dana stunting