Dalam rangka memperingati HUT ke-72 IBI peduli terhadap program stunting. Salah satu kegiatannya yakni pemberian makanan tambahan (PMT) di Posyandu Delima yang ada di RT 2 RW 3 Desa Demaan, Kota.
Ketua IBI Kabupaten Kudus Darini, mengatakan peran IBI meningkatkan kualitas pelayanan, baik terhadap Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB) maupun kesehatan reproduksi. Untuk itu diwujudkan melalui program kawal 1.000 hari pertama kehidupan.
“Jadi, sejak di dalam kandungan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir sampai usia balita sudah mulai diawasi dan dikawal, supaya jangan ada generasi yang terkena stunting,” ujar Darini.
Darini mengatakan, bidan selalu berperan aktif, dalam upaya penyelamatan ibu dan bayi dengan upaya peningkatan pelayanan masyarakat, kualitas sumber daya manusia (SDM) bidan agar skill dan knowledge semakin meningkat, sehingga kualitas pelayanan menjadi bagus. Harapannya Kudus zero stunting segera terwujud.
Kabid Kesehatan Masyarakat DKK Kudus Nuryanto mengatakan, IBI memiliki berperan penting dalam penanganan stunting di Kudus. Bidan menjadi garda terdepan dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta stunting.
Berdasarkan survei status gizi yang dilakukan Kemenkes, kasus stunting di Kudus 2021 mencapai angka 17,6 persen dari target yang dicanangkan pemerintah sebesar 14 persen. Sedangkan, 2022 mengalami kenaikan menjadi 19 persen.
Penimbangan serentak 2022 pada Agustus, ditemukan ada sekitar 3.557 kasus stunting atau 6,3 persen dari populasi bayi di Kudus. Akar permasalahannya yakni pola asuh. “Pada Februari 2023 ada penurunan 5,12 persen atau kasusnya 2.917 dari total populasi 59 ribuan balita,” kata Nuryanto. (san/mal) Editor : Ali Mustofa