Ketua Komisi D DPRD Kudus Ali Ihsan menyatakan, hari pendidikan nasional menjadi momentum untuk berbenah. Penataan secara internal dan eksternal.
Sarana prasarana pendidikan diharapkan selalu dipantau. Penggunaan anggaran dijalankan sesuai regulasi yang berlaku. Yakni 20 persen anggaran untuk kegiatan pendidikan.
"Saya harapkan dinas pendidikan punya bank data untuk peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan," katanya.
Merealisasikan hal tersebut Disdikpora Kudus diharapkan memiliki banda data penunjang. Dengan begitu sekolah yang rusak mendapatkan perhatian dan sentuhan.
Dia menambahkan, terkait kebutuhan anggaran pembangunan penunjukkan langsung dilakukan melihat asas manfaat dan kebutuhan yang ada. Sekaligus pembangunan bisa lebih merata. Pasalnya sekolah tak mempunyai anggaran perawatan.
Pembangunan fasilitas sekolah yang belum berjalan saat ini, dianggap Ali masih dalam proses perencanaan. Peningkatan fasilitas sekolah diharapkan bisa sesuai dengan kualitas.
"Aset yang ada harus dirawat sesuai dengan kebutuhan. Jangan ada plafon yang rubuh," harapnya.
Sementara itu, Kabid Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kudus Anggun Nugroho menyatakan, APBD mengcover 83 SD senilai Rp 15,7 miliar, dan 8 SMP senilai Rp 1,7 miliar. Sedangkan DAK diperuntukkan bagi 37 SD senilai Rp 23,7 miliar, dan menyasar 5 SMP senilai Rp 3,4 miliar.
Dia menambahkan, perbaikan sekolah meliputi rehab atap yang rusak, pembangunan kelas, toilet, tembok. Hingga perbaikan sarpras lainnya yang kurang layak.
Pembangunan sekolah awalnya dilaksanakan pada Maret lalu. Lantaran adanya analisis penyusunan dan survei material Januari-Februari. Maret masuk ke tahap penyusunan perencanaan. Sedangkan pelaksanaanya dilakukan bulan ini. (gal/adv) Editor : Kholid Hazmi