Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Wilayah Kecamatan Kota Indah mengatakan per keluarga penerima manfaat (KPM) nantinya mendapat 10 kilogram (kg) beras tersebut. Penyaluran yang dibagikan pada April ini merupakan penyaluran tahap satu. “Tujuannya untuk penguatan ketahanan pangan masyarakat,” ungkapnya.
Desa Rendeng sendiri menjadi salah satu lokasi titik bagi untuk wilayah Kecamatan Kota. Yang mana lokasi titik bagi lainnya juga ada di Kantor Kelurahan Purwosari, dan Balai Desa Demaan. Lokasi titik bagi Balai Desa Rendeng sendiri untuk penyaluran sembilan desa. Di antaranya Desa Rendeng, Burikan, Kaliputu, Wergu Wetan, Nganguk, Kramat, Mlati Lor, Mlati Norowito, dan Mlati Kidul. “Ada 1457 beras yang di dropping di sini (Balai Desa Rendeng, Red),” jelasnya.
Kepala Desa Rendeng Muhammad Yusuf menyebut jika di Desa Rendeng sendiri ada 157 KPM yang kebagian jatah bantuan tersebut. Penerimanya yang sudah masuk DTKS, dan kategori penerimanya sama dengan penerima PKH. ”Pengambilan mulai pada Kamis (13/4) dengan menunjukkan fotokopi KTP,” terangnya.
Kabid Pemberdayaan Kelembagaan Sosial dan Keluarga Miskin pada Dinas sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kudus Yuni Saptorini menyatakan, secara keseluruhan ada sebanyak 55.444 KPM di Kudus yang mendapatkan bantuan tersebut.
Sebanyak 554.440 kilogram beras disalurkan, atau setara dengan 554,44 ton beras. Pihak Dinsos P3AP2KB sendiri bertugas mendistribusikan. Karena penyaluran cadangan pangan pemerintah itu merupakan program dari Badan Pangan Nasional. Data by name by addres nya terima bersih dari Kemensos.
“Proses penyaluran kami dibantu oleh tim PKH Kudus, dan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK). Tujuannya untuk penanganan stunting, penanggulangan kemiskinan, dan ketahanan pangan,” ujarnya. (ark) Editor : Ali Mustofa