Berdasarkan pantauan wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini kemarin sekitar pada pukul 10.30 kondisi tanggul sudah ditangani dengan pemberian beberapa sak putih isi pasir padas beserta bebatuan yang hancur dari tanggul. Di atasnya lagi ditambah dengan tumpukan pohon pisang untuk membantu menahan air.
Abdurrohman, 54, salah satu warga RT 4 RW 4 Desa Golantepus mengatakan kejadian tanggul jebol terjadi sekitar pukul 01.00. “Satu pekan yang lalu tanggul sudah merembes, tapi sudah diantisipasi dengan pemasangan bambu dan pasir, namun karena sudah kritis akhirnya jebol, tanggul hancur pada Kamis dini hari,” ujarnya.
Namun dengan penanganan sementara itu ternyata tidak kuat untuk mencegah air sungai yang sudah meluap hingga ke dalam air setinggi kurang lebih 5-6 meter itu. Padahal kedalaman air normalnya biasanya hanya sekitar 4 meter.
Pada dini hari itu (Kamis, Red) diatasi secara darurat dan ditutup sementara dengan pohon pisang untuk menahan Air. Tanggul hancur sepanjang empat meter. Wilayah RT tersebut baru kali ini mengalami tanggul jebol.
Tanggul jebol yang berada di depan rumah milik Didik Maulana itu airnya mengalir ke arah timur ke area pemukiman warga. Kurang lebih ada sekitar 60 rumah yang terdampak karena kejadian tersebut. “Harapannya dapat dibangun lagi tanggulnya dengan cara penebalan batu,” tambahnya.
Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Munaji yang pada saat itu juga berada di lokasi mengatakan dari pihak desa bersama BPBD membuat tanggul sementara. “Cukup membahayakan nanti selanjutnya akan ditangani oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana,” ungkapnya.
Kepala Desa Golantepus Taufi q mengatakan tanggul jebol di desa Golantepus ada di beberapa titik. Yakni di titik RT 3 RW 1, RT 4 RW 1, RT 4 RW 4, dan RT 3 RW 3. Penanganannya pada hari itu juga dilakukan pembuatan tanggul sementara oleh warga. Paling terparah berada di lokasi RT 3 RW 1 dan RT 4 RW 1.
Sebelumnya pada Februari lalu tanggul di RT 3 RW 1 dan RT 4 RW 1 juga pernah jebol. Karena penanganannya belum permanen. Apalagi debit air sungai juga terlalu tinggi. “Lokasi kebetulan sudah disurvei oleh pihak BBWS Pemali Juana,” katanya.
Yang mana nanti akan dipermanenkan semua titik yang jebol. Yakni akan dilanjutkan pasang bronjong. “Sampai detik ini (sore ini, Red) bersama warga masih melakukan penanganan sementara,” tambahnya. (ark) Editor : Ali Mustofa