Kemarin, satu per satu pedagang kaki lima (PKL) di depan SD 1 Undaan Kidul, MTs dan MA Nahdlatul Muslimin Undaan Kidul, SD 1 dan 3 Kalirejo, didata dan diambil sampel makanan untuk di cek kandungannya.
Pada saat menyirir, tim menemukan satu produk roti kemasan yang sudah kedaluwarsa. Pihaknya langsung menindaklanjuti dengan mengamankan produk tersebut.
“Kami ambil produknya dan memberi pembinaan kepada pedagang bahayanya menjual makanan kedalurwasa. Mereka tidak begitu memperhatikan produk yang dibelinya. Asal kemasan masih bagus tetap di jual. Tidak dilihat atau dipilah-pilah lagi ini makanan yang sudah kedaluwarsa atau belum, masih saja di jual,” ungkap kepala Puskesmas Amad Muchamad.
Dia juga mengambil satu sampel sempolan yang sudah digoreng dan diberi campuran saus. Kemudian, diberikan kepada tim pemeriksa makanan. Tidak membutuhkan waktu lama, kurang dari lima menit, hasilnya bisa langsung diketahui.
“Hasilnya negatif untuk yang tes sempolan. Kami akan lanjut ke penjual jajan lainnya. Kegiatan ini mengantisipasi makanan berbahaya yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan bahkan sampai keracunan di lingkungan sekolah,” jelasnya.
Sementara itu, hasil pemeriksaan dari beberapa sampel makanan yang diambil pedagang yang ada di empat lokasi sekolah. Tidak ditemukan bahan berbahaya berlebih, semuanya dalam batas normal (rhodamin b, metamin yellow, bortax, dan formalin).
Amad mengatakan, kegiatan seperti ini akan dilaksanakan secara berkala, dengan harapan jajanan makanan yang di konsumsi anak-anak sekolah aman dari bahan berbahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. (san/mal) Editor : Ali Mustofa