Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus, banjir menggenangi jalan Kudus-Jepara sepanjang satu kilometer. Lokasinya di barat terminal Jetak. Hanya kendaraan roda empat yang bisa melewatinya.
Sementara kendaraan roda dua tak bisa lewat. Jika memaksakan lewat, mesin motor mati. Terpaksa pemilik kendaraan motor mendorongnya.
”Banyak motor yang mogok. Hanya kendaraan besar yang bisa lewat,” jelas Nova Isnendy, warga Jepara yang melewati jalur itu.
Di depan SD 1 Mijen, Kaliwungu, mengalami hal sama. Area itu mulai tergenang air sekitar pukul 20.00. Warga yang mengendarai sepeda motor menuju arah Jepara tidak berani melintas.
Sementara itu pengguna kendaraan dari arah Jepara menuju Kudus mendorong kendaraan. Diduga kendaraan macet karena kemasukan air. Dari pantauan beberapa mobil menerobos genangan air di jalan Kudus Jepara.
Rojikan warga RT 6/RW IV, Desa Mijen, Kaliwungu, Kudus, mengaku hujan deras terjadi sekitar pukul 18.00. Hal itu membuat kondisi kendaraannya macet. "Banjir menggenangi jalan Kudus- Jepara sekitar 1 Km. Dari arah barat Terminal Jetak hingga SD 1 Mijen, " katanya.
Selain menggenangi jalan utama, air juga menggenagi rumahnya. Ketinggian air mencapai satu meter di dalam rumah. Hal ini lantaran air sungai meluap.
"Ini di dalam rumah satu meter. Sementara mengungsi di rumah saudara,” tambahnya
Warga lainnya Fatimah RT 6/ RW VI Desa Mijen mengaku rumahnya tenggelam 10 sentimeter. Biasanya ini hanya bertahan satu hingga dua jam. "Ini hanya air lewat saja. Paling satu hingga dua jam surut," ungkapnya.
Bhabinsa Desa Mijen Serda Nur Arifin yang berada di lokasi menyatakan limpasan air merupakan dari Sungai Serut. Untuk ketinggian air di pemukiman 30 sentimeter hingga 50 sentimeter.
Sementara warga yang hendak menuju arah Jepara diminta untuk putar balik. Agar tidak motor mereka tidak macet. ”Warga kami arahkan memutar menuju jalan lingkar selatan,” ungkapmya.
Khoirul Anwar warga RT I/RW IV, Desa Mijen, menceritakan hujan terjadi pukul 17.00. Pukul 19.00 air sudah masuk rumah. Barang-barang berharga di rumah kakeknya tidak sempat diselematkan. Karena aliran air cepat masuk ke rumah.
Menurutnya jika terjadi hujan deras di sekitar Rahtawu sepanjang Sungai Serut, maka wilayahnya akan banjir. ”Saya berharap segera ada normalisasi Sungai Serut,” tegasnya.
Banjir juga sama terjadi di perempatan Jember, Dersalam, Pedawang, Bacin, dan Karangbener.
”Hingga pukul 20.00 air sudah masuk di jalan gang. Kami mulai menaikkan barang-barang ke lantai dua atau lebih tinggi dari lantai. Agar tak rusak,” jelas Ugik warga Megawon, Kudus.
Banjir juga terjadi di Desa Bandongan, Tumpangkrasak. Tinggi air satu meter. Beberapa warga sudah memindahkan barang berharga dari lantai ke lokasi lebih tinggi. Sebagian warga mengungsi ke rumah saudara terdekat. (gal/zen) Editor : Abdul Rokhim