Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bandel! Ini Alasan Pedagang Sayur di Pasar Bitingan Kudus Belum Mau Pindah ke Pasar Babe

Ali Mustofa • Kamis, 2 Februari 2023 | 22:24 WIB
SEMRAWUT: Halaman Pasar Bitingan, Kudus, dipenuhi pedagang sayur jelang Subuh kemarin. (DONNY SETYAWAN/Radar Kudus)
SEMRAWUT: Halaman Pasar Bitingan, Kudus, dipenuhi pedagang sayur jelang Subuh kemarin. (DONNY SETYAWAN/Radar Kudus)
KUDUS – Upaya pemerintah kabupaten (Pemkab) Kudus merelokasi pedagang sayur pagi Pasar Bitingan gagal kemarin. Dua kepala dinas yang hadir ikut merelokasi malah dikerumuni pedagang sayur. Kepala Dishub Catur Sulistyanto dan Plt Kepala Dinas Perdagangan Djatmiko Muhadi. Para pedagang mengajukan keberatan, lantaran persiapan relokasi tak maksimal.

Misalnya, tak ada petugas mengarahkan truk sayur ke lokasi baru, Pasar Babe. Lokasi baru relokasi.

Selasa (31/1) malam, para pedagang sayur tetap mengirim sayurannya ke Pasar Bitingan. Padahal waktu itu sudah tidak boleh.

Sekitar pukul 22.00 truk-truk pengangkut sayuran melintas di Jalan R Agil Kusmadya. Truk tersebut dari arah selatan ke utara. Sesampainya di traffic light Sempalan, Jati, truk tersebut langsung tancap gas lurus.

Bukannya belok kearah Pasar Babe, lokasi relokasi. Tapi mengarah ke jalur Pasar Bitingan.

Tidak ada petugas jaga yang mengarahkan truk-truk tersebut menuju Pasar Babe.

Wartawan ini menuju ke lokasi Pasar Babe. Dengan kondisi masih gerimis. Sesampainya di lokasi tidak terlihat layaknya pindahan pasar. Tak terlihat hiruk pikuk kendaraan pengangkut sayur maupun pedagang. Tak ada petugas yang mengarahkan masuk ke pasar tersebut.

Mereka hanya berjaga-jaga di dalam pasar. Kurang lebih ada sekitar 10 orang. Di antaranya satu personel TNI, dua petugas dari Dishub, dan sisanya personel dari Dinas Perdagangan Kudus.

Padahal, jam sudah menunjukkan pukul 22.15. Normalnya para pedagang atau truk-truk pengangkut sayur sudah berdatangan, tapi kenyataannya baru tiga truk pengangkut sayur yang sudah pakir di dalam Pasar Babe.

Dari hasil penelusuran selanjutnya, menuju lokasi Pasar Bitingan. Melintas di tiga titik yang sebelumnya sudah dirapatkan bersama tim Selasa (31/1) pagi. Masing-masing ada penjagaan 12 personil, yakni wilayah Sempalan (arah menuju Pasar Barang Bekas) kemudian depan lokasi Pasar Barang Bekas (Babe), depan SMA Al Ma’ruf. Hanya, terlihat dua tentara yang duduk-duduk di pinggir warung tepat di tikungan Sempalan. Titik lainnya tanpa petugas.

Sementara, satu titik eks Matahari Departemen Store (MED) dikerahkan personel paling banyak. Berjaga-jaga di wilayah sekitar Pasar Bitingan atau di depan Kudus Extantion Mal (KEM) sampai sepanjang jalan trotoar depan Pasar Bitingan.

Suasana dama di Pasar Babe. Personel gabungan dari TNI, Polri dan Dishub tumplek blek di lokasi tersebut.

Terlihat Kepala Dishub Catur Sulistyanto bersama jajarannya berada di depan KEM bersama dengan Plt Kepala Dinas Perdagangan Djatmiko Muhadi dikerumuni pedagang sayur.

Para pejabat tersebut dikepung sekitar 67 pedagang sayur. Mereka melayangkan pendapatnya kalau mereka keberatan pindah malam kemarin. Karena belum ada persiapan. Barang terlanjur sampai di Kudus. Bakul-bakul langganannya belum diberi tahu.

Negosiasi tampak alot, namun setelah berdiskusi kurang lebih satu jam dan dibicarakan baik-baik, akhirnya pedagang sayur diberi toleransi. Yang mereka inginkan, ada ukuran lapak yang jelas dan tempatnya diundi lebih dulu.

”Ya kalau pindah langsung malam ini (red Selasa (31/1)) kami tidak bisa. Harus jelas petakan ukuran kami berjualan dan posisinya seperti apa. Jangan sampai kami antar pedagang saling berebut,” ujar salah satu pedagang sayur kobis atau kol asal Bandungan Suraji.

Kemudian truk-truk yang baknya diberi terpal yang isinya ada sayur kol, tomat, cabe, wortel, kentang dan sebagainya.yang sudah sampai disekitaran eks MDS. Mereka memilih putar balik dan parkir berurutan di pinggir SPBU A Yani dan ada pula yang parkir disepanjang jalan depan RSUD dr Loekmon Hadi.

Kemudian menuju ke arah barat depan Pasar Bitingan. Belum ada pedagang yang menggelar lapak di troroar. Padahal waktu sudah menunjukkan puku 23.00.

Sebelumnya jam tersebut kondisi depan Pasar Bitingan tepatnya ditrotoar sudah dipenuhi gelaran lapak pedagang.

Namun, kondisi itu tak berlangsung lama. Nyatanya, pukul 05.00 pedagang lesehan kembali menggelar lapaknya disepanjang trotoar depan Pasar Bitingan. Bahkan, banner yang bertuliskan Bukan Tempat Berjualan, Zona Merah PKL diabaikan pedagang. Malah, banner tersebut buat gantungan lampu pedagang.

Aktivitas masih seperti biasa. Jumlah pedagangnya pun masih banyak, meski semalaman ada pengaturan relokasi. Para pedagang pun terlihat santai, tidak takut nanti tiba-tiba ditertibkan Satpol PP.

Pembeli pun masih banyak. Bakul-bakul dari pasar lainnya juga masih membeli dari pedagang di luar Pasar Bitingan. Dan, kondisi lalu lintas masih tetap sama padat merayap, karena pedagangnya pun masih meluber ke pinggir trotoar.

Salah satu pedagang sayur asal Desa Loram Kulon, Jati, Kamaludin,mengatakan kalau pedagang lainnya masih berada di Pasar Bitingan tetap ikut lainnya. Ia salah satu pedagang yang kurang setuju dengan di pindahnya ke Pasar Babe.

”Ya, puluhan tahun saya berjualannya memang di emperan trotoar begini dari dulu. Kenapa baru sekarang di pindah tidak dari dulu saja. Ya, memang kami keliru jualannya di pinggir jalan, mengganggu lalu lintas. Misalkan pindah, ya bareng-bareng. Kalau masih ada yang jualan di sini (depan Pasar Bitingan, Red). Ya saya manut lainnya,” ungkapnya.

Ditempat terpisah, Plt Kepala Dinas Perdagangan Kudus Djatmiko Muhadi, pemindahan pedagang sayur pagi Pasar Bitingan Selasa (31/1) malam hingga menjelang dini hari tidak berhasil.

”Saya sampai pukul 04.00 di lokasi Pasar Bitingan. Pada akhirnya diizinkan lagi berjualan di depan Pasar Bitingan. Sembari membenahi lokasi Pasar Babe sesuai kesepakatan bersama. Tetap, dipindahkan, karena ini sudah perintah dari Bupati Kudus Hartopo. Mengatur pedagang tidak mudah,” kata Djatmiko.

Permintaan pedagang sayur yaitu dibuat ukuran lapak di Pasar Babe pagi kemarin langsung dikabulkan. Petugas mengukur lokasi yang dijadikan tempat jualan pedagang sayur. Sebanyak 82 petak telah diukur. Ukurannya 3x3 meter.

”Ini berdasarkan data terbaru kami jumlah pedagang yang awalnya 38 menjadi 56 pedagang. Kami juga mengundang perwakilan pedagang sayur untuk menyaksikan langsung pengukuran petak lokasi,” ujar Djatmiko. (san/zen) Editor : Ali Mustofa
#pedagang sayur pasar bitingan #relokasi pasar #pasar bitingan kudus #dishub kudus #Kudus