”Saya heran, padahal paginya (Rabu pagi, Red) terang benderang dan panas. Namun, siangnya sekitar pukul 14.00 tiba-tiba hujan deras sekali. Hujan baru benar-benar berhenti pada pukul 22.00 hujan,” kata Ngatri, pemilik warung asal RT 6/RW 1, Desa Rahtawu, Gebog, Kudus.
Dia menjelaskan, banjir bandang di sungai Rahtawu itu telah menghanyutkan tiga jembatan wisata miliknya sekitar pada pukul 16.00. Tiga jembatan wisata miliknya yang telah raib itu, panjangnya 20 meter dan lebar 2 meter. Selain itu, 10 gazebo yang menjadi fasilitas pengunjung di rumah makannya lenyap.
”Kami juga menaruh beberapa kursi di pinggir sungai, karena memang sudah biasa. Pengunjung juga terkadang menikmati pemandangan di pinggir sungai hingga di sungainya. Namun, pada saat itu saya tak sempat mengambil kursi itu, karena banjir bandangnya keburu sudah datang. Jadi ya hilang semua,” terangnya.
Dia menghitung, kerugian seluruhnya hampir mencapai Rp 30 juta. Saat kejadian, kebetulan Ngatri berada di lokasi. Bahkan, masih ada sekitar 10 pengunjung yang masih bertahan di rumah makan miliknya. (ark) Editor : Ali Mustofa