Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Debit Air Sungai Wulan Naik, Pompa Penyedot Banjir di Jati Kudus Dimatikan

Ali Mustofa • Selasa, 10 Januari 2023 | 17:56 WIB
TAK MAKSIMAL: Beberapa petugas berjaga-jaga di pompa air di Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Jati, Kudus, kemarin. (ARIKA KHOIRIYA/JAWA POS RADAR KUDUS)
TAK MAKSIMAL: Beberapa petugas berjaga-jaga di pompa air di Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Jati, Kudus, kemarin. (ARIKA KHOIRIYA/JAWA POS RADAR KUDUS)
KUDUS – Pompa untuk menyedot air banjir di Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Jati, Kudus, tidak difungsikan kemarin. Karena air sungai itu naik lagi sekitar 15-25 sentimeter. Ada kiriman dari Bendung Wilalung.

Warga Kudus hingga kemarin siaga. Lantaran debit air Bendung Kelambu mencapai 900 meter kubik. Sehingga Bendung Wilalung dibuka 30 sentimeter.

Pada Senin (9/10) pukul 11.00 lokasi mesin pompa air yang berada di Dukuh Tanggulangin itu, beberapa petugas tampak berada di lokasi. Ada yang tampak berjaga-jaga. Namun juga di sebelah selatan pos persis, tiga petugas terlihat sedang membersihkan sumur bor, karena banyak lumpur.

Wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini mencoba untuk meminta keterangan mengenai penggunaan pompa terhadap. Salah satu petugas, namun ia justru enggan menjawab. Alasannya karena pihak OPD yang menangani pompa tersebut, dalam hal ini Dinas PUPR Kudus, telah memperingatkan kepada petugas tersebut tidak berbicara apapun mengenai pompa itu.

Untungnya, saat itu Babinsa Jati Wetan Serda Yun Prihanto juga tengah berada di lapangan. Dia menjelaskan, sebetulnya, tiga pompa yang dimiliki pemkab itu dapat dioperasikan ketika kapasitas air di sungai Wulan turun.

Wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini memerhatikan ada tiga barisan pompa. Yang berada di depan mesin pompa menghadap ke selatan. Serda menyebut, pompa yang berada di sebelah timur dan tengah itu sudah ada sejak 2012. Sedangkan pompa di sebelah barat baru ditambah akhir Tahun 2022. “Pompa sebenarnya bisa dipergunakan secara bergantian,” terangnya.

Pada Minggu (8/1), kata dia, pompa diaktifkan, karena debit air sungai informasinya turun jadi 800 sentimeter. Namun kemarin tidak dihidupkan, karena air sungai naik lagi sekitar 15-25 sentimeter. Ada kiriman dari Bendung Wilalung.

Debit air naik terjadi sekitar Minggu (8/1) malam. Karena curah hujan, jadinya ada penambahan. Dan jika saat mesin pompa air dipaksa diputar saat air sungai sedang tinggi, justru air tersebut malah masuk ke pemukiman bukan malah ke sungai yang mengarah ke laut Jepara.

Selain pompa air milik pemkab yang masih tidak jelas fungsinya tersebut, tepat di sebelah timur jembatan Tanggulangin, terdapat dua mobil pompa air milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana. Satu mobil ada dua unit mesin pompa.

Silmi Maulana, selaku petugas dari BBWS Pemali Juana menyatakan, pihaknya sudah standby dilokasi tersebut sejak Kamis (5/1). Pompa tersebut untuk membantu mengurangi kapasitas air banjir yang berada di wilayah Desa Jati Wetan.

“Penjagaan 24 jam nonstop. Diawali dengan pendinginan satu jam. Lalu dihidupkan untuk menyedot air selama 10 jam. Lalu mesin diistirahatkan untuk pendinginan lagi. Air banjir dipompa, disedot, dan diarahkan ke sungai Wulan. “Ada empat pompa, namun yang satu trouble,” ujarnya.

Sementara untuk pengecekan berkala setiap 12 jam sekali. Soal ketinggian air itu tergantung pengukuran alat fiskal banjir. “Setiap pengecekan biasanya turun dua sentimeter, selagi tidak hujan,” imbuhnya.

Tiap alat fiskal itu ada di tiga titik lokasi. Yang pertama di sekitar pemukiman warga Desa Jati Wetan, titik kedua di area Terminal Jati, dan titik ketiga ada di area Jalan Tanjungkarang. (ark) Editor : Ali Mustofa
#debit air sungai naik #pompa penyedot banjir #bendung wilalung kudus #Kudus #BBWS Pemali Juana