Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Banjir di Kudus Alami Pasang-Surut, Warga Terdampak Belum Berani Pulang ke Rumah

Ali Mustofa • Senin, 9 Januari 2023 | 21:42 WIB
JALAN DUA KILOMETER: Warga Dukuh Goleng, Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kudus, saat pulang mengambil barang dari rumah kemarin. (ARIKA KHOIRIYA/RADAR KUDUS)
JALAN DUA KILOMETER: Warga Dukuh Goleng, Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kudus, saat pulang mengambil barang dari rumah kemarin. (ARIKA KHOIRIYA/RADAR KUDUS)
KUDUS – Beberapa titik lokasi banjir di Kabupaten Kudus rata-rata mengalami penyurutan sekitar 10-20 sentimeter seperti di Jati, Kudus. Tetapi daerah lain seperti Kecamatan Kaliwungi volume banjir naik.

Meski beberapa daerah alami surut, warga belum berani balik ke rumah. Karena volume banjir yang masih berubah-ubah. Kadang naik dan kadang turun.

Warga rata-rata bolak-balik rumah ke pengungsian. Mereka balik rumah sekadar ambil barang atau cek kondisi rumah, lalu kembali ke pengungsian.

Supiah, warga RT 1/RW XII, Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Jati, pagi sekitar pukul 10.30 kemarin tengah menenteng tas kresek ditangan kanan kirinya. Ia berjalan bersama putrinya dari pintu masuk gapura Dukuh Goleng menuju pemukiman.

“Ya, kemarin sempat surut, tetapi kabarnya ini naik lagi. Ini saya mau melihat kondisi rumah. Karena selama ini kami mengungsi di rumah saudara. Tidak ikut di posko pengungsian,” katanya.

Sama halnya dengan Emy, warga RT 1/RW XII desa yang sama yang terlihat menggendong tas anak sekolah. Dia menjinjing satu tas ditangan kiri dan bantal di tangan kanannya. Ia berjalan dari arah barat, melewati jalan persawahan menuju pemukiman.

“Kami berjalan sekitar dua kilometer untuk menuju pintu gapura dari lokasi rumah,” jelasnya.

Emy sendiri memilih mengungsi di kos bersama ibu, suami, cucu, menantu, dan adiknya, di daerah Jati Kulon. Hingga pada Minggu (8/1) ia masih bertahan di kos, karena kondisi air masih naik surut. Saat ia kembali dari rumah itu ia mengaku air banjir masih setinggi lutut orang dewasa.

“Malam sampai pukul 06.30 itu katanya sudah surut. Namun ternyata sekitar 10.00 naik lagi sedikit. Awalnya kan disini ukuran seperut orang dewasa, dan sekarang selutut,” ungkapnya.

Kepala Desa Pasuruha Lor Nor Badri menjelaskan, air banjir masih naik turun, Sabtu (7/1) sempat turun sekitar kurang lebih 20 sentimeter. Lalu hari ini (kemarin, Red) naik lagi. Karena pada Sabtu (7/1) malam terjadi hujan lagi.

“Untuk posko dan dapur umum Dukuh Goleng sendiri berada di TPQ Khurriyatul Fikri,” terangnya.

Camat Jati Fiza Akbar menyatakan, untuk daerah Jati Wetan sudah surut sekitar 10-20 sentimeter. Dari yang awalnya setinggi 80 sentimeter. ”Yang daerah Dukuh Goleng juga surut sekitar 19 sentimeter. Sudah ada yang mulai bolak-balik ke rumah, untuk sekedar ambil barang, maupun meninjau rumah,” ucapnya.

Sementara itu kondisi banjir di Desa Jati Wetan saat ini sudah surut. Ketinggian air berkurang hingga lima sentimeter.

Hal serupa terjadi di Dukuh Goleng, Desa Pasuruan Lor. Banjir di sana sudah surut hingga 30 sentimeter. Warga yang mengungsi telah kembali.

”Sudah surut di Goleng, warga kini sudah meninggalkan pengungsian,” katanya.

Upaya menanggulangi banjir di Jati Wetan terus diupayakan. Operasional pompa polder hingga kemarin masih diaktifkan.

”Dua pompa dari Pemkab Kudus dan satu milik BBWS Pemali Juana,” Jelasnya.

Kondisi berbeda di Desa Setrokalangan yang terdampak banjir. Ketinggian air belum turun di Dukuh Karangturi. Saat ini akses jalan terendam.

Kepala Desa Setrokalangan Didik Handono menyebut ketinggian air bertambah hingga 15 sentimeter.

”Kondisi naik, ada luapan dari Sungai Wulan ke jalan,” ungkapnya.

Sementara itu, di Dukuh Karangturi terjadi tanggul yang longsor. Didik menyebut saat ini telah diperbaiki secara swadaya. Perbaikan dibantu dengan masyarakat dan relawan.

Sementara itu, data dari BPBD Kudus saat ini ada 29 desa terdampak banjir di lima kecamatan

Yakni di Kecamatan Jati, Mejobo, Undaan, Kaliwungu, dan Jekulo.

Pengungsi di Kecamatan Jati saat ini mencapai 520 jiwa, Kecamatan Undaan 405 jiwa, Kecamatan Mejobo 155 jiwa, dan Kaliwungu 48 jiwa.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Mundir mengatakan, secara keseluruhan, update ketinggian air di wilayah Kecamatan Kaliwungu sendiri naik 5 sentimeter, Kecamatan Jati masih tergolong tetap, dan Kecamatan Undaan, Karangrowo turun sekitar 5-10 sentimeter.

Sementara itu pemerintah Jawa Tengah akan membangun tanggul permanen di Kecamatan Jati, Kudus. Lokasinya di tiga dukuh di Desa Jati Wetan yaitu Dukuh Tanggulangin, Gendok, dan Barisan.

Hal itu disampaikan oleh Camat Jati Fiza Akbar. Setelah adanya tinjauan lokasi terdampak oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Bergas Catursasi ke Kudus Sabtu (7/1) lalu.

Fiza mengatakan Pemprov Jateng merencanakan penanganan secara jangka panjang. Dengan dibangunkan tanggul permanen. Lokasinya berada di tiga dukuh di Desa Jati Wetan. Lokasinya di Dukuh Tanggulangin, Gendok, dan Barisan. (ark/gal/zen) Editor : Ali Mustofa
#banjir di kudus #bpbd kudus #Kudus #BBWS Pemali Juana #bpbd jateng