Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Meski Terendam Banjir, Ini Alasan Sebagian Warga Kudus Masih Pilih Bertahan di Rumah

Ali Mustofa • Selasa, 3 Januari 2023 | 23:09 WIB
TAK MAU NGUNGSI: Salah satu warga di daerah Desa Tanjung Karang, Jati, Kudus, memasak di dapur kemarin. (DONNY SETYAWAN/ Radar Kudus)
TAK MAU NGUNGSI: Salah satu warga di daerah Desa Tanjung Karang, Jati, Kudus, memasak di dapur kemarin. (DONNY SETYAWAN/ Radar Kudus)
KUDUS - Banjir merendam sebagian Kota Kudus sejak Jumat (30/12) hingga kemarin. Sebagian warga mengungsi, tetapi tak sedikit yang bertahan di rumahnya, walaupun kondisi banjir. Bajir di Kudus kemarin tak surut, pelan-pelan volume air naik.

Tiga orang terlihat menjaga posko di pertigaan RW I, Desa Tanjung Karang, Jati, Kudus. Posko itu dibangun dari terpal. Di dalamnya posko itu terdapat sekitar lima dus minuman mineral gelas lima dus dan beberapa kardus mi. Ada tiga orang yang berjaga di pos itu.

Sebagian lokasi itu sudah diurug dengan material batu. Sehingga posisinya lebih atas dibandingkan sekitarnya. Sementara di bagian tenda tidak banjir. Karena lokasi itu sekitar dua tahun ini telah ditinggikan dibandingkan dengan area sekitarnya.

Di lokasi itu juga warga menyediakan perahu karet dan perahu terbuat dari jeriken. Perahu itu digunakan untuk angkut sembako ataupun mengungsikan warga berkebutuhan khusus serta anak kecil.

Ada sekitar lima perahu karet tersedia di lokasi itu kemarin sore.

Jalan yang lebih atas di dekat posko itu digunakan area parkir mobil. Baik warga setempat ataupun warga yang ingin menyalurkan bantuan.

Wartawan koran ini tidak memanfaatkan perahu itu. Sengaja jalan kaki menuju beberapa rumah warga.

Setelah pos tenda, kedalaman air rata-rata 60 sentimeter. Itu merata sampai wartawan ini berjalan sekitar tiga kilometer ke dalam.

Rata-rata rumah warga sudah ditinggikan. Sehingga air tidak masuk rumah. Hanya sampai teras.

”Area ini langganan banjir. Beberapa warga inisiatif menaikkan teras dan dalam rumah,” ujar Praboluwih, 60, warga RT 7/RW I, Desa Tanjung Karang, Jati, Kudus, kemarin.

Sejauh tiga kilometer wartawan ini berjalan, ada sekitar sembilan rumah terendam air. Atau tinggi air hampir menyentuh handle pintu. Semuanya ditinggalkan penghuninya. Beberapa rumah itu oleh penghuninya, lampu sengaja dibiarkan menyala. Tetapi tak ada aktivitas sama sekali.

Sementara rumah yang tergenangi hingga teras ataupun hingga mata kaki, penghuninya tetap bertahan di rumah. Mereka mengamankan barang-barang berharaga di atas meja, kursi, dan alamari.

”Banjir ini belum parah dibandingkan tahun 2019 dan 2009 lalu. Kalau 2019 air masuk rumah sampai area perut saya. Antara 2009-2011, air setinggi dada. Zamannya pak (Bupati) Musthofa,” terangya.

Praboluwih milih bertahan dengan suaminya Sugianto. Karena adiknya yang tinggal di sebelah rumah tak mau mengungsi. Padahal rumahnya kebanjiran setinggi mata kakai orang dewasa. Sementara di area jalan setinggi 60 Cm. Seluruh lantai rumahnya terendam air.

”Adik saya tak ajak ngungsi gak mau. Jadi saya bertahan saja di sini.”

”Saya juga ada usaha tabung gas. Sebagian warga berpesan jangan pergi. Karena mereka butuh gas. Gas dirumah ini tersisa empat. Sekitar 10 tabung kosong. Besok mau kulakan,” ucapnya sambil memperlihatkan gas tabungnya.

Warga lainnya di desa sama, Agus, 56, mengaku memilih bertahan di rumah karena lebih leluasa dibandingkan di pengungsian. Selain itu barang-barang berharganya lebih aman.

Menurutnya air banjir ini malah gak surut. Tapi air masih naik terus. ”Naiknya pelan-pelan. Semoga segera surut,” harapnya.

Sementara itu kondisi banjir di Desa Jati Wetan alami hal sama belum surut. Terkini kondisi genangan air di sana bertambah tinggi.

Banjir di Desa Jati Wetan diketahui sudah terjadi semenjak Jumat (30/12). Kondisi tersebut membuat tiga Dukuh Barisan, Gendok, dan Tanggulangin tergenang. Selain itu, jalan Lingkar Selatan atau di depan Terminal Jati Wetan tergenang air.

Bhabinkamtibmas Desa Jati Wetan, Aiptu Susanto mengatakan kondisi terkini banjir yang di Desa Jati Wetan belum surut. Air kian bertambah tinggi.

Sebelumnya, kata dia ketinggian air di jalan mencapai 20 hingga 30 sentimeter. Sedangkan di dalam pemukiman rumah warga ketinggiannya mencapai 35- 45 sentimeter.

"Saat ini kondisi air bertambah 10 sentimeter. Genangan air masih belum bisa dialirkan ke Sungai Wulan, " katanya.

Wilayah Desa Jati Wetan sering terdampak banjir. Lantaran tiga wilayah dukuh di Gendok, Barisan, dan Tanggulangin menjadi muara air dari arah utara menuju selatan.

Kondisi genangan air di Desa Jati Wetan akan bertahan lama. Jika, debit air Sungai Wulan masih tinggi. Oleh sebab itu, pintu air tidak bisa dibuka.

"Ketinggian debit air Sungai Wulan saat ini sembilan meter kubik. Pintu air belum bisa dibuka, jika dialirkan menunggu debit air enam meter kubik, " katanya.

Sementara itu, kondisi pengungsi di Aula Balai Desa Jati Wetan kini bertambah menjadi 257 jiwa. Pada Minggu (01/01) jumlah pengungsi mencapai 233 jiwa.

Di samping itu penambahan pengungsi terjadi di posko Aula DPRD Kudus. Pada Minggu jumlah pengungsi dari Desa Karangrowo mencapai 84 jiwa. Pada Senin (2/1) siang pengungsi bertambah 185 jiwa.

Data terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus warga yang terdampak banjir ini meliputi di lima kecamatan. Yakni Kecamatan Kaliwungu ada di Desa Setrokalangan, Kedungdowo, Banget. Di Kecamatan Mejobo, di Desa Temulus, Mejobo, Payaman, Gulang, Hadiwarno, Kesambi, dan Kirig.

Sedangkan di Kecamatan Jati, di Desa Jati Wetan, Tangjung Karang, Pasuruhan Lor dan Jetis Kapuan. Di Kecamatan Undaan, yang terdampak di Desa Karangrowo, Ngemplak, Undaan Lor, dan Wates.

Kecamatan Jekulo juga terdampak banjir. Lokasinya berada di Desa Bulungcangkring, Bulung Kulon, dan Sadang.

Dari empat kecamatan itu ketinggian air sekarang dari 20 sentimeter hingga 70 sentimeter. Warga yang terdampak banjir terdapat 27.554 jiwa. Warga yang mengungsi 652 orang, dan lahan pertanian yang terdampak 8.511 hektare. (gal/zen) Editor : Ali Mustofa
#rumah terendam banjir #warga terdampak banjir #banjir di kudus #bpbd kudus #Kudus #kudus terendam banjir