Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Mundir mengatakan di Desa Rahtawu setidaknya ada empat titik yang terjadi tanah longsor.
Di antaranya dititik lokasi RT 3 RW 3, RT 2 RW 3, RT 5 RW 1, dan yang paling parah terjadi di titik RT 7 RW 1. "Penyebabnya karena curah hujan tinggi yang terjadi pada Minggu (25/12)," katanya.
Akibat dari peristiwa tersebut, tanah longsor menutup akses jalan Desa Rahtawu sepanjang 40 meter. Munculnya retakan baru di atas tanah longsoran sepanjang 15 meter. "Serta tebing longsor setinggi 8 meter,” katanya.
Kepala Desa Rahtawu Rasmadi Didik Ariyadi mengatakan di RT 07 RW 01 memang kondisinya parah. Sebab akses jalan sempat tertutup. “Tertuup pukul 04.30. Akses baru terbuka pukul 07.00,” terangnya.
Ke depan, pihaknya mengajukan bantuan Pemda untuk anggaran pengeprasan teras siring. "Mengingat itu jalan utama yang menjadi kewenangan Dinas PUPR," jelasnya.
Pihaknya juga sudah mengajukan anggaran minimal pengeprasan pada 2023. Hal itu untuk membentuk teras siring terhadap sejumlah titik rawan longsor. (ark/mal) Editor : Ali Mustofa