Jembatan yang menghubungkan Desa Kedungwaru, Demak dan Desa Setrokalangan, Kudus itu memiliki panjang 75 meter dan lebar 2,5 lebar.
Jembatan tersebut diresmikan dua kepala desa, perwakilan investor, dan Camat Karanganyar.
Perwakilan Investor, Yahya mengatakan jembatan tersebut dibangun dengan modal Rp 400 juta hingga Rp 500 juta. Jembatan tersebut dilintasi masyarakat per hari sekitar 800 orang.
"Untuk tarif pulang-pergi Rp 2 ribu. Jadi total Rp 4 ribu. Sementara untuk pelajar kami gratis," ungkapnya.
Pihaknya mengatakan, jembatan tersebut telah diuji dan aman meski debit sungai naik. Untuk perawatan akan dilakukan setiap tiga bulan sekali.
kontrak jembatan apung itu berlangsung hingga 15 tahun. Untuk pembagian hasil akan dibagi 50 persen untuk pengelola dan investor. "Semoga dengan jembatan ini memudahkan akses warga. Sebab kebanyakan warga Demak bekerja di Kudus, "katanya.
Jembatan apung ini diapresiasi warga Desa Kedungwaru Lor, Sudoro, 68. Sebab dengan adanya jembatan apung akan memudahkan akses warga Demak ke menuju ke Kudus. Sebab kebanyakan warganya bekerja di pabrik rokok di Kudus. (gal/mal) Editor : Ali Mustofa