Padahal kemarin (5/12) hari kedua pembagian. Tetapi di hari pertama yaitu Minggu (4/12) tidak banyak PKL atau pedagang yang mengambil bantuan karena bertepatan hari libur.
Sementara target dari Dinas Perdagangan penyaluran BLT itu selesai hari ini.
”Jika tidak selesai besok (hari ini, Red), maka dilanjut besoknya pagi,” jelas Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti melalui Kabid Pengelolaan PKL Imam Prayetno.
Antrean kemarin terjadi mulai pukul 09.00 kemarin. Waktu itu rombongan dari pedagang Pasar Kalirejo dan PKL-nya menggunakan dua armada bus mini datang bersamaan. Jumlahnya sekitar 40-an orang.
Karena datang bersamaan ditambah pedagang dari wilayah lain kondisi antrean makin panjang. Beberapa penerima tidak ingin diserobot, tapi bagian belakang terus mendesak ke depan. Antrean berjubel antarpenerima di depan pintu tak terhindarkan.
Setelah antre, penerima akan diundang. Kemudian masuk ke kantor. Baru dilayani petugas.
Petugas yang melayani empat orang. Petugas dengan jumlah antrean tak berimbang inilah serta penerima tak sabar inilah yang menyebabkan berjubel.
Meski sempat terjadi antrean panjang di depan pintu aula, antrean tetap kondusif. Ada dua petugas yang mengatur agar antrean tetap tertib. Petugas ini mengingatkan dan bertindak tegas jika ada warga yang berdesakan.
Ia mengatakan penerima BLT BBM di Kudus sebanyak 1.600 orang. Masing-masing menerima Rp 450 ribu per orang.
”Kami target Selasa (6/12) sudah selesai (pembagian BLT PKL, Red),” jelasnya.
Ia menambahkan, sumber anggaran itu dari dana insentif daerah (DID) sebesar Rp 720 juta. Tujuannya menangani inflasi. Menurutnya, bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Tidak semua PKL dan pedagang pasar tradisional menerima bantuan itu. Sesuai pengajuan.
Pengajuan data dari paguyuban masing-masing. Pihaknya sudah menerima data by name by addres dari Dinsos P3AP2KB yang memverifikasi data usulan dari paguyuban PKL maupun pengelola pasar tradisional.
PKL yang menerima ada dari PKL alun-alun Simpang Tujuh, Jalan Mangga, kemudian PKL Jalan Sunan Kudus, PKL Pasar Kliwon dan lainnya. Selain itu ada pasar tradisional dari Pasar Kliwon, Bitingan, Kalirejo, Jekulo, dan lainnya.
Salah satu penerima Nining Lusiani uang BLT itu rencananya untuk tambah modal.
”Bantuan ini kali pertama saya dapatkan. Bisa untuk mengembangkan usaha lagi. Kondisi sekarang ini sepi, sejak pandemi,” ungkapnya. (san/zen) Editor : Ali Mustofa