Ada sekitar 10 pedagang yang diperingatkan untuk mengemas dagangannya dan tidak lagi berjualan di trotoar tersebut. Selain itu, PKL yang berjualan di depan taman Simpang Tujuh sisi timur juga harus bersih dan bebas PKL. PKL baru diperbolehkan jualan pada sore hari.
Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti melalui Kabid PKL Imam Prayetno mengatakan, PKL liar yang ikut mremo kalau pas ada acara besar di Simpang Tujuh. Memang tidak diperbolehkan jualan di pinggir alun-alun karena sudah ada PKL CFD yang tiap ada event tetap berjualan.
“Sudah jelas dilarang jualan kok masih jualan. Dagangannya itu memakan tempat, bahkan ada yang menggelar tikar di rumput alun-alun. Apalagi sampahnya ditinggal begitu saja,” jelasnya.
Salah satu pedagang yang jualan ditrotoar alun-alun Supriyadi mengatakan jualan kalau pas ada acara yang masanya banyak dan ramai. Misalkan tidak ada acara tidak jualan di alun-alun.
“Rumah Kudus, tetapi saya keliling ketempat-tempat yang banyak pengunjungnya. Cukup lumayan pendapatannya, tapi ya susahnya dioyak-oyak untuk bubar,” ungkapnya. (san/mal) Editor : Ali Mustofa