Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Meriah, Sekitar Seribu Warga Ramaikan Kirab Rebo Wekasan di Jepang Kudus

Ali Mustofa • Kamis, 22 September 2022 | 01:52 WIB
KIRAB AIR SALAMUN: Masyarakat mengikuti kirab budaya air salamun dengan membawa gentong air dan puluhan gunungan untuk dibawa ke Masjid Wali Jepang Mejobo kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
KIRAB AIR SALAMUN: Masyarakat mengikuti kirab budaya air salamun dengan membawa gentong air dan puluhan gunungan untuk dibawa ke Masjid Wali Jepang Mejobo kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
KUDUS – Acara kirab Rebo Wekasan di Desa Jepang, Mejobo diikuti sekitar seribu warga. Acara diawali dengan kirab 35 gunungan dan diakhiri pembagian air Salamun di sumur Masjid Wali Al Makmur.

Acara kirab itu dimulai dari Jalan Suryo Kusumo menempuh jarak 2 km menuju masjid wali. Dalam kirab itu terdapat 35 kontingen. Tiap kontingen terdiri dari 50 orang, sehingga total ada 1.750 orang. Mereka terdiri dari siswa madrasah, sekolah, hingga dari perwakilan RT dan RW.

Gunungan terdiri dari jajanan pasar, sayur-sayuran, hingga buah-buahan. Gunungan itu sebagian dipikul. Ada yang dinaikkan grobak hingga mobil pikap.

Ada yang berjalan sembari melantunkan salawat dengan pakaian Islami. Ada juga yang memakai pakaian adat. Bahkan ada yang bergaya ala paskibra. Sebagian juga menampilkan atraksi barongan, barongsai, hingga tokoh pewayangan.

Nadzir Masjid Wali Al Makmur Muhammad Ridwan menyebut acara itu sebagai ikhtiar doa pada Rabu terakhir Safar. Sebab pada hari Rabu Wekasan tersebut dipercaya diturunkannya 320.000 bala atau bencana, sehingga masyarakat berdoa melalui tradisi itu untuk meminta keselamatan.

Photo
Photo
DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS

“Acara dimulai dengan kirab terlebih dahulu. Kemudian setelah magrib akan ada pembagian air Salamun,” jelasnya.

Gunungan itu dibawa ke Masjid Wali Al Makmur. Kemudian didoakan. Setelah didoakan baru dibagikan ke warga.

“Kalau ada karnavalnya ini sejak 2019. Semula hanya membagikan air salamun saja,” tambahnya.

Air salamun itu berada di sumur masjid wali. Air yang dianggap bertuah itu dibungkus di dalam plastik lalu dibagikan kepada warga yang hadir.

“Dulu saat pandemi kami antar ke rumah-rumah warga. Kalau ini karena sudah longgar. Jadi dibagi di sini," paparnya.

Air salamun dianggap memiliki keistimewaan. Sebab meski bertahun-tahun air itu tetap bersih. Tak ada jentik-jentik.

"Warga mempercayai ini dapat mencegah penyakit. Jadi kadang pada rebutan. Bukan cuma warga sini, tapi dari luar daerah juga," katanya.

Koordinator Kirab Rabu Wekasan Ti'an Suwandi menjelaskan gunungan-gunungan yang disuguhkan itu merupakan bentuk sedekah warga. Dengan harapan menangkal bala. Dia menambahkan acara tahun ini diselenggarakan di bawah koordinasi Pengurus Masjid Wali Al Makmur.

“Kadang pemerintah desa yang mengkoordinir. Kalau kali ini dari masjid," tambahnya.

Sebelum digelar kirab, menurutnya terlebih dahulu warga menggelar pengajian dan khataman Alquran di masjid. (tos/mal) Editor : Ali Mustofa
#air salamun #masjid wali #tangkal bala #Kudus #kirab rebo wekasan