Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Alasan Pedagang Pasar Kalirejo Kudus Tak Setuju Dibangun Kios Baru

Ali Mustofa • Selasa, 20 September 2022 | 02:11 WIB
PEMBINAAN: Kepala Disperindag Grobogan Pradana Setyawan saat melakukan pembinaan kepada pedagang yang berjualan di luar Pasar Pagi Jalan Gajah Mada, kemarin. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)
PEMBINAAN: Kepala Disperindag Grobogan Pradana Setyawan saat melakukan pembinaan kepada pedagang yang berjualan di luar Pasar Pagi Jalan Gajah Mada, kemarin. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)
KUDUS – Bertempat di aula Balai Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, pedagang Pasar Kalirejo menyampaikan unek-uneknya kepada Dinas Perdagangan Kudus. Terkait rencana pembangunan kios baru disisi barat dengan jumlah sekitar 18 unit.

Bersama dengan perangkat desa dan dihadiri Camat Undaan Arif Budiyanto dan Kepala Dinas Pedagangan Kudus Sudiharti didampingi Kabid Pengelolaan Pasar Albertus Harys Yunanta. Mendengarkan apa yang menjadi keluhan dan permasalahan pedagang Pasar Kalirejo, yang tidak setuju adanya pembangunan kios baru.

Disampaikan salah satu pedagang Pasar Kalirejo Sulis Hadi menyampaikan kios yang sudah ada banyak yang rusak, kemudian kios menghadap ke barat yang nantinya akan dihadapkan ke timur, itupun masih banyak yang kosong. Hanya lima pedagang yang berjualan, dari 16 kios.

”Ya, yang lama saja tidak ada yang menempati. Ini kok mau ditambah lagi kios. Saya punya kios tapi di bagian belakang sisi timur, kondisinya sepi dan saya sekarang beralih juaran bubur di depan pasar. Saya dulu jualan sandal. Titik poinnya, tidak perlu dibangun lagi,” ungkapnya.

Satu lagi dari paguyuban PKL Pasar Kalirejo Sapto mengutarakan keberatannya karena lahan jualannya berkurang. Ia mengatakan, penambahan kios semestinya tidak perlu. Dinas terkait bisa mempertimbangkan manfaatnya.

”Ya yang lama saja kosongnya banyak, masih ditambah lagi. Kami PKL juga nantinya lokasi jualan makin sempi,” imbuhnya.

Dinas Perdagangan Kudus meminta pedagang dan PKL mengutarakan apa yang menjadi penyebab tidak setujuh dibangun kios baru. Setelah beberapa pedagang menyampaikan, kepala Dinas Perdagangan Sudiharti menjelaskan pedagang yang tidak setuju pihaknya meminta untuk membuat surat pernyataan dan tanda tangan pedagang.

”Kami akan melaporkan kepada Bupati Kudus Hartopo apa yang menjadi persoalan dan keluhan pedagang Pasar Kalirejo. Ini baru rencana pembangunannya, jadi masih bisa dibicarakan bersama dan mengambil jalan keluarnya.

”Ini data yang saya pedagang, ada 162 pedagang dari total 700 pedagang. Anggaran yang disediakan untuk pembangunan kios sebanyak Rp 700 juta. Tujuannya dibangun kios agar Pasar Kalirejo buka setiap hari, selama ini bukanya menyesuaikan pasaran Jawa yakni Kliwon dan Paing,” terangnya.

Sudiharti mengatakan, Kecamatan Undaan paling banyak jumlah pasarnya yakni ada empat Pasar Ngemplak, Wates, Undaan Kidul dan Pasar Kalirejo. Namun, pendapatan asli daerah (PAD) paling rendah. Disebabkan, pedagangnya berpindah-pindah tempat dan bukanya tidak setiap hari.

”Inilah tujuan kami Pasar Kalirejo rencana ditambah kios lagi supaya pedagang tiap hari berjualan. Sehingga, wajah Pasar Kalirejo ini ramai tidak sepi seperti sekarang ini,” jelasnya. (san) Editor : Ali Mustofa
#pasar kalirejo kudus #pedagang pasar kalirejo #dinas perdagangan #Kudus