Agrowisata juga bakal dikembangkan The Hills Vaganza. Sudah disediakan sekitar 4.000an tanaman jenis alpukat, mangga dan sebagainya. Lahan juga sudah dipersiapkan dan tanaman-tanaman yang dijadikan agrowisata ada yang siap berbuah.
Pengelola The Hills Vaganza Abdul Wahid Amdi yang akrab disapa Didik mengatakan, jadi mengunjungi The Hills Vaganza makin lengkap.
"Ada water boom, sepeda gantung, spot-spot swafoto dan kedepannya ada agrowisata. Bisa untuk edukasi dan memetik buah langsung dari pohonnya," jelasnya.
Didik mengatakan, membuat agrowisata dengan tanaman buah alpukat yang merupakan buah khas Kecamatan Dawe, bisa dijadikan komoditas asli Kudus. Menurutnya, agrowisata lebih menjanjikan karena orang lebih tertarik memetik sendiri langsung dari kebun dan untuk segmen sekolah lebih berpeluang. Jadi rekreasi sambil belajar.
Ia mengatakan, harus ada pengembangan wisata, pilihan wisata yang tepat memang agrowisata. Selain itu, dari sisi sektor pertanian, menghasilkan buah yang berkualitas. Sehingga, banyak manfaat yang bisa didapat dari bisnis agrobisnis.
Di tempat terpisah, Plt kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Mutrikah, mengatakan agrowisata memang di Kudus lagi booming. Ada kebun melon, buah naga, kopi dan lainnya.
”Ini cukup bagus, sebenarnya ini berhubungan dengan pertanian tapi kalau sudah berbuah dan siap petik bisa dijadikan tempat wisata. Sekarang ini memang lagi trend dan kami menyambutnya dengan baik, berarti pola pikir masyarakat mulai memikirkan alternatif wisata, yang murah, bisa sembari edukasi,” ungkapnya.
Ia mengatakan, ini bisa diterapkan pada desa wisata. Misalkan, ada lahan yang berpotensi untuk ditanami, bisa dikelola dijadikan agrowisata. Selama ini, yang membuat konsep agrowisata masih individu atau swasta.
”Tidak ada salahnya kalau konsep agrowisata ini bisa dikembangkan untuk destinasi desa wisata. Manfaatnya sangat banyak sekali, hasilnya juga bisa menjadi pendapatan desa. Kami harapkan bisa dicoba pada desa wisata,” imbuhnya. (san/lid/adv) Editor : Kholid Hazmi