Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lokasi kemarin, di lapangan pekerjaan tengah fokus pada beberapa aspek stadion. Pekerja membangun tribun barat yang berkapasitas 1.100 penonton. Stadion tersebut dilengkapi satu tribun saja. Selain itu, pekerja juga tengah menyiapkan saluran drainase di calon lapangan, agar saat hujan nantinya air akan cepat hilang.
Tribun sendiri, memiliki dimensi tinggi 16 meter. Mulai lantai hingga atap. Kemudian panjang 87 meter dan lebar 18,4 meter. Sedangkan ukuran lapangan sesuai standar 105x68 meter.
Stadion Djarum ini, dibangun di atas tanah seluas 3,5 hektare. Dari detail enggineering design (DED) Stadion Djarum tidak hanya untuk bermain sepak bola. Namun, juga akan ada lintasan atletik delapan line sesuai standar dan lapangan panahan yang mampu memuat delapan papan bidik panahan. Sedangkan di luar, dilengkapi dengan tempat parkir motor, mobil, maupun bus.
Pengawas Stadion Djarum Panggah Wirawan menjelaskan, lapangan sepak bola di stadion ini, nantinya menggunakan rumput sintetis. Dilengkapi sistem drainase atau pembungan air yang sesuai standar. Hal ini agar kondisi lapangan tidak becek ketika hujan turun.
”Pemasangan rumput sesuai standart FIFA (ukuran dan jenis rumput, Red). Lapisan pertama ditanam evaporated pipa, di atasnya batu skrining, baru rumput sekaligus ditaburi pasir silica dan ruber. Tujuannya, saat digunakan atletnya tidak rentan cedera,” jelasnya.
Pemilihan rumput sintetis ini, lantaran perawatannya sangat mudah. Di samping itu, intensitas penggunaan lapangan akan sering difungsikan untuk latihan dan pembinaan SSB Djarum. Untuk lampu stadion tidak disediakan, lantaran lapangan untuk pembinaan.
”Stadion ini juga dilengkapi dengan fasilitas locker room yang dilengkapi dengan AC,” katanya.
Dia menambahkan, pembangunan Stadion Djarum dimulai sejak 23 Mei lalu. Rencanannya stadion ini, bisa difungsikan pada 2023 mendatang. Pekerjaan saat ini masuk dalam tahap finishing tribun stdion serta diikuti pemasangan interior. ”Total anggaran pembangunan stadion ini sekitar Rp 100 miliar,” ujarnya.
Pihak kontraktor kini tancap gas dalam mengerjakan stadion ini. Pekerjaan dibuat tiga shift. Dari pukul 08.00 hingga 22.00. Sedangkan jumlah bekerja berjumlah sekitar 250 orang. ”Kami lembur kejar target. Kendala hanya di awal saat hujan, karena proses pembuatan pondasi. Hingga saat ini, proses pengerjaan masih on schedule,” tambahnya. (gal/lin) Editor : Ali Mustofa