Tour guide Museum Jenang Kudus Muhammad Saidun Arwani mengatakan Museum Jenang Kudus sendiri memang berupaya untuk melestarikan makanan khas Kudus. Setidaknya ada 1000 produk yang tersedia di Museum Jenang. Produknya itu pun beragam, namun di antaranya yang paling yang jadi sorotan itu ada jenang, coklat, dodol, kurma, bak pia jenang, brownis jenang, lalu juga ada jenang cookies.
“Pengunjung yang datang rombongan biasanya juga bisa diajak melihat proses pembuatan jenang,” katanya
Pusat perbelanjaan makanan khas Kudus itu berada di lantai satu, pengunjung dapat memilih beragam produk khas Kudus di Museum Jenang itu. Kemudia di lantai dua, dengan membayar tiket Rp 10 ribu pengunjung dapat meikmati koleksi yang ada di Museum Jenang.
Saat memasuki area museum, pertama-tama pengunjung akan diperlihatkan sebuah replika Menara Kudus yang berada di sekitar ruang tengah museum. Beberapa koleksi motor/sepeda antik juga turut menghiasi ruang museum.
Selanjutnya, pengunjung dapat melihat replika berupa proses pembuatan jenang dengan tenaga manusia sampai dua generasi, replika pasar pertama jenang Kudus Tahun 1930, rumah adat Kudus, Joglo Pencu, literasi puisi gusjigang dari tokoh nasional ternama, biografi ulama/wali yang berpengaruh di Kudus.
Di museum tersebut juga ada ruang trilogi ukhuwah, di antaranya yang mempunyai arti ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwah wathoniyah (ikatan kebangsaan), ukhuwah basyariyah (ikatan kemanusiaan). “Lalu juga ada galeri Alquran yang sering jadi spot favorit, karena ada alquran raksasa maupun mini, juga ada alquran yang terbuat dari daun dan kulit sapi,” ujarnya.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Mutrikah mengatakan selama ini pihaknya tetap berkomunikasi dengan pihak swasta untuk mengadakan pembinaan, guna bersama-sama mengembangkan daya tarik wisata dalam rangka peningkatan jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Kudus.
Kudus tidak hanya terkenal dengan wisata religinya, akan tetapi ada daya tarik wisata lainnya yang menjadi daerah tujuan wisata. “Selain itu juga kami juga berupaya mempromosikan melalui pembuatan konten di media sosial dan media cetak,” ungkapnya. (ark/adv) Editor : Ali Mustofa