Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Museum Jenang Kudus Jadi Jujukan Wisatawan Luar Daerah

Ali Mustofa • Sabtu, 20 Agustus 2022 | 19:18 WIB
MUSEUM: Beberapa pengunjung saat melewati replika Menara Kudus yang berada di ruang tengah Museum Jenang. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
MUSEUM: Beberapa pengunjung saat melewati replika Menara Kudus yang berada di ruang tengah Museum Jenang. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
KUDUS – Berkunjung ke Museum Jenang merupakan pilihan yang paling cocok untuk berburu makanan khas maupun mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan Kudus. Museum Jenang Kudus yang beralamatkan di Jalan Sunan Muria Nomor 33, Glantengan, Kota, Kudus itu sudah menjadi jujukan sejak dulu, karena selain bisa memilih beragam kuliner khas Kudus, pengunjung juga dapat menikmati beragam koleksi museum yang disediakan di lantai dua.

Photo
Photo


Tour guide Museum Jenang Kudus Muhammad Saidun Arwani mengatakan Museum Jenang Kudus sendiri memang berupaya untuk melestarikan makanan khas Kudus. Setidaknya ada 1000 produk yang tersedia di Museum Jenang. Produknya itu pun beragam, namun di antaranya yang paling yang jadi sorotan itu ada jenang, coklat, dodol, kurma, bak pia jenang, brownis jenang, lalu juga ada jenang cookies.

“Pengunjung yang datang rombongan biasanya juga bisa diajak melihat proses pembuatan jenang,” katanya

Pusat perbelanjaan makanan khas Kudus itu berada di lantai satu, pengunjung dapat memilih beragam produk khas Kudus di Museum Jenang itu. Kemudia di lantai dua, dengan membayar tiket Rp 10 ribu pengunjung dapat meikmati koleksi yang ada di Museum Jenang.

Saat memasuki area museum, pertama-tama pengunjung akan diperlihatkan sebuah replika Menara Kudus yang berada di sekitar ruang tengah museum. Beberapa koleksi motor/sepeda antik juga turut menghiasi ruang museum.

Photo
Photo
JENANG KHAS KUDUS: Salah satu pengunjung Museum Jenang Kudus memperlihatkan hasil belanjaannya pada (19/8). (ARIKA KHOIRIYA/RADAR KUDUS)

Selanjutnya, pengunjung dapat melihat replika berupa proses pembuatan jenang dengan tenaga manusia sampai dua generasi, replika pasar pertama jenang Kudus Tahun 1930, rumah adat Kudus, Joglo Pencu, literasi puisi gusjigang dari tokoh nasional ternama, biografi ulama/wali yang berpengaruh di Kudus.

Di museum tersebut juga ada ruang trilogi ukhuwah, di antaranya yang mempunyai arti ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwah wathoniyah (ikatan kebangsaan), ukhuwah basyariyah (ikatan kemanusiaan). “Lalu juga ada galeri Alquran yang sering jadi spot favorit, karena ada alquran raksasa maupun mini, juga ada alquran yang terbuat dari daun dan kulit sapi,” ujarnya.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Mutrikah mengatakan selama ini pihaknya tetap berkomunikasi dengan pihak swasta untuk mengadakan pembinaan, guna bersama-sama mengembangkan daya tarik wisata dalam rangka peningkatan jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Kudus.

Kudus tidak hanya terkenal dengan wisata religinya, akan tetapi ada daya tarik wisata lainnya yang menjadi daerah tujuan wisata. “Selain itu juga kami juga berupaya mempromosikan melalui pembuatan konten di media sosial dan media cetak,” ungkapnya. (ark/adv) Editor : Ali Mustofa
#kuliner kudus #jujukan wisatawan #museum jenang #daya tarik wisata #disbudpar kudus #Kudus