Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Miniatur Joglo Pencu, Rumah Adat Kudus yang Perlu Dilestarikan

Kholid Hazmi • Sabtu, 16 Juli 2022 | 15:52 WIB
Photo
Photo
KUDUS – Kerajinan tangan rumah adat joglo pencu jadi salah satu upaya melestarikan rumah khas Kudus itu. Eko Nor Haris salah satunya. Dia membuat replika rumah joglo pencu untuk nguri-uri budaya.

SENI NGURI-URI BUDAYA: Eko Nor Haris membuat ukiran Kudusan pada replika rumah adat Kudus Joglo Pencu baru-baru ini. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
SENI NGURI-URI BUDAYA: Eko Nor Haris membuat ukiran Kudusan pada replika rumah adat Kudus Joglo Pencu baru-baru ini. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)


Laki-laki warga Dukuh Winong, Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, bercerita awal mula dari setelah mendirikan rumah adat Kudus asli. Setelah selesai, berfikir ingin membuat replika dengan ukuran skala untuk menjadikan inspirasi bagi pemuda agar rumah adat Kudus tetap lestari, setidaknya generasi selanjutanya tahu model rumah Joglo Pencu khas Kudus.

”Karena sekarang juga sudah langka rumah adat Kudus, maka dengan adanya replika anak cucu kita nanti tahu bentuk rumah adat Kudus. Saat ini saja sudah mulai banyak yang tidak tahu apa itu rumah adat Kudus. Sebagian besar masih jarang yang mengetahui secara keseluruhan dan detail,” ungkapnya.

Kalim menambahkan, adanya miniatur berharap bisa memperlihatkan dan  menguri-uri budaya lokal kepada generasi muda sekarang dan kedepannya. Ditambahkan, syukur-syukur kalau ada yang mau belajar atau menekuni, menggeluti rumah miniatur sebagai seni karya.

”Saya justru senang dan tak sungkan untuk membantunya. Tujuannya, rumah adat Kudus ini tidak punah. Memang kalau membuat rumah adat Kudus secara keseluruhan mahal, sehingga jarang orang yang membangun rumah adat Kudus,” jelasnya.

Untuk pemasaran sementara dari kalangan pecinta seni yang lebih dominan. Kalim menjelaskan, pembuatan replika rumah adat Kudus membutuhkan lumayan waktu antara satu hingga dua bulan.

”Tergantung kerumitan dan ukir bila ada buyer yang meminta untuk di ukir. Harga juga menyesuaikan, dari Rp 2 juta hingga Rp 20 juta,” jelasnya.

Photo
Photo
MIRIP ASLI: Miniatur rumah adat joglo pencu karya Eko Nor Haris. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Dia mengatakan, miniatur rumah adat Kudus yang dibuatnya sama persis dengan rumah aslinya dengan skala skala 1:10. Selain bentuk, kandungan filosofinya juga sama persis. Ada soko papat, tumpang songo, gebyok ukir, kere, tiang lanang atau tiang perempuan dan lain sebagainya.

Menurutnya, replika rumah adat Kudus bisa dibongkar pasang, serta rencananya full ukiran untuk dinding luar dan bagian dalamnya. Dia mengaku, tidak mengalami kendala berarti untuk mengerjakannya. Sebab sebelumnya, ia juga pernah bikin miniatur Pendopo Kudus, gazebo, miniatur gebyok dan lainnya. Yang dibutuhkan hanya kejelian dan ketelitian.

Ditempat terpisah, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Mutrikah mengatakan, perajin mebel seperti Kalim yang peduli tentang budaya Kudus, ini perlu disuport.

”Kesadaran Kalim mengingat rumah adat Kudus sekarang ini sudah jarag dijumpai. Untuk tetap mempertahankan dibuat replikanya. Kami berterima kasih sudah menjadi masyarakat yang peduli tentang budaya. Yang nantinya tetap bisa dikenal generasi masa depan, agar tetap bisa mengenal bentuk rumah adat Kudus,” tandasnya. (san/lid/adv) Editor : Kholid Hazmi
#rumah adat kudus #rumah ada kudus joglo pencu #joglo pencu kudus