Empat kepala dinas yang itu yakni Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo yang dimutasi menjadi staf ahli bupati bidang keuangan dan SDM.
Kepala Dinsos Kudus Mundir dimutasi menjabat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus. Posisi kepala Dinsos Kudus kini diisi oleh Agung Karyanto.
Sementara Kepala Dinas PKPLH kini dijabat oleh Abdul Halil. Revli Subekti yang sebelumnya menjabat Kepala DPMPTSP kini menjadi Kepala Dinas Bappeda Kudus.
Selain merotasi eselon II, Bupati Kudus juga merotasi 51 pejabat struktural.
Bupati Kudus Hartopo menyatakan rotasi jabatan kepala dinas sebelumnya merujuk pada hasil evaluasi kinerja. Selain itu pula berdasarkan hasil evaluasi dan rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
Hartopo mengatakan, rotasi dan promosi adalah hal yang lumrah dan biasa terjadi pada Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hal ini untuk penyegaran dalam birokrasi agar mampu mengembangkan gagasan dan inovasi.
"Saya harap semoga cepat beradaptasi. Jangan monoton dalam bekerja. Harus menjunjung kejujuran, loyalitas, dan mengabdi pada masyarakat sekaligus negara," katanya.
Alasan pelantikan pada malam hari ini karena Hartopo ingin proses administrasi hingga pelantikan pejabat yang terkena rotasi, mutasi, dan promosi jabatan selesai dalam satu hari.
"Proses yang cepat diharapkan mengantisipasi praktik jual beli jabatan. Kalau prosesnya menginap nanti bocor. Nanti dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab," jelasnya.
Dari rotasi yang dilakukan membuat tujuh kepala dinas kosong. Kekosongan ini terjadi pada kepala Dinas Komunikasi Informasi (Diskominfo), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), DPMPTSP, Dinas Kesehatan, Inspektorat Kabupaten Kudus, dan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kudus. (gal/mal) Editor : Ali Mustofa