Baca Juga : Sapi Kurban Setengah Ton di Jepara Lepas dan Tabrak Dua Motor
Pelapor, DSM, yang sekaligus suami PR menyurati Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan salah satu rumah sakit di Jepara agar AR segera dicopot dari profesinya. Kuasa Hukum Pelapor DSM, Slamet Riyadi menjelaskan kronologi dugaan perselingkuhan antara AM dan PR. Kejadian tersebut pada Selasa (5/7) lalu. Ketika itu, pasangan perselingkuhan tersebut check-in di hotel.
Kedua pasangan tersebut masuk ke kamar hotel pada Selasa (5/7) sekitar pukul 19.30 hingga 21.00. Selanjutnya, mereka ke luar dari hotel dan melanjutkan masuk ke kamar lagi pada pukul 23.00 hingga 01.00.
"Pada Rabu (6/7) pukul 01.00 suami PR menggerebek keduanya di hotel," katanya.
Sebelumnya, DSM mengaku menaruh kecurigaan terhadap istrinya. Ia kemudian melacak keberadaan PR melalui titik koordinat GPS handphone istrinya.
DSM menggerebek istrinya yang diduga sedang selingkuh dengan AM bersama pihak kepolisian. Melihat kondisi yang mendesak, AM kabur lalu meninggalkan lokasi. Sementara, mobil AM ditinggal di hotel tempat mereka ngamar.
"Kasus itu sudah diakui oleh PR yang telah berselingkuh dengan AM di hotel tersebut. Sudah ada saksi yang diperiksa dan besar harapan kami kasus ini bisa berlanjut ke persidangan," katanya.
Selain melaporkan AM ke jalur pidana pada Kamis (7/7), Slamet juga menyurati beberapa pihak. Di antaranya IDI, ke rumah sakit tempat AM bekerja, perhimpunan anestesi Indonesia sekaligus tembusan kepada bupati, dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jepara.
Dugaan perselingkuhan yang terjadi sekian kali ini, dianggap mencoreng nama baik profesi dokter, Pemkab Jepara, dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Pihaknya mendesak agar AM dicopot dari jabatanya sebagai ASN.
"Pelaku agar diberikan sanksi yang tegas, agar PNS tidak melakukan perbuatan tercela seperti AM. Kami minta pihak kepolisian segera menindak tegas dengan seadil-adilnya," mintanya.
Dikonfirmasi atas kasus laporan dugaan perselingkuhan ASN asal Jepara, Kapolsek Kaliwungu AKP Asnawi membenarkan adanya laporan itu. Saat ini pihaknya sedang memproses laporan tersebut.
”Ya benar ada, masih kami bicarakan secara kekeluargaan untuk jalan keluarnya,” katanya. (gal/him) Editor : Abdul Rokhim