Tercatat, sudah ada 5.145 tiket film KKN di Desa Penari terjual.
General Manager Kudus City Walk Mal dan Area Manager bioskop NSC Kudus Satriya Agus Priyono mengatakan antusiasme penonton film KKN di Desa Penari memang tak terbendung. Dia tidak menampik setiap hari ada ratusan penonton yang antre.
Kendati demikian, protokol kesehatan tetap diikuti sesuai aturan. Untuk itu, satu studio yang berkapasitas 150 seat hanya diisi 105 orang saja. Untuk itu, dalam sehari ada tujuh kali penayangan film KKN di Desa Penari.
“Film tersebut sudah tayang sejak (30/4) hingga kini. Setiap hari untuk penonton film itu selalu penuh. Hanya saja untuk 30 April sampai 3 Mei belum ramai. Sebab masih momentum lebaran,” jelasnya.
Mulai ramai, kata dia, sejak memasuki lebaran ketiga atau (4/5) dan terus penuh hingga kemarin.
"Intinya kami tetap mentaati prokes. Jadi yang belum dapat menonton hari ini bisa datang keesokan harinya. Karena film ini masih akan tayang sampai beberapa pekan lagi," imbuhnya.
Salah seorang pengunjung yang ikut antre yakni Tata. Dia rela antre sejak pukul 09.00. Namun hingga pukul 11.00 tak kunjung mendapatkan tiket. Sebab antrean masih panjang.
"Dua jam menunggu tak kunjung dapat tiket. Padahal saya pikir berangklat pukul 09.00 sudah tergolong pagi. Ternyata antreannya sudah panjang,” imbuhnya.
Pengunjung lainnya Rina Yunita warga asal Desa Lau, Dawe mengaku harus berdesak-desakan untuk mendapatkan tiket film KKN di Desa Penari.
"Saya antre pukul 08.30. Baru dapat tiketnya pukul 11.00 . Capek sih tetapi ya tidak apa-apa. Merasa puas sudah dapat,” tambahnya.
Meski mendapatkan tiket pukul 11.000, namun menurutnya yang tersisa jadwal penayangan pada pukul 17.00. Dia pun tetap di sana dan menunggu total 10 jam untuk menonton film yang kisahnya sempat viral di Twitter itu.
“ Ini masih mending karena ada teman saya yang antre sampai tiga hari bolak-balik. Tetapi tidak dapat tiket," katanya.
Diberitakan sebelumnya, memang sempat ada calo terkat penjualan tiket film KKN di Desa Penari, sehingga membuat tiket cepat ludes. Atas laporan itu, pihak bioskop langsung menertibkan. Sehingga kini dipastikan tak ada calo. Tak ada penonton yang membeli tiket berlebih. (tos/mal) Editor : Ali Mustofa